Pare Tidak Aman untuk Bumil? Ini Penjelasannya

  • 30 Nov 2025 19:21 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Pare (Momordica charantia) dikenal sebagai sayuran dengan manfaat kesehatan yang melimpah, terutama untuk mengelola kadar gula darah. Namun, bagi ibu hamil (Bumil), pare masuk dalam daftar makanan yang perlu dihindari atau dikonsumsi dengan sangat hati-hati dan dalam jumlah sangat terbatas.

Beberapa senyawa aktif dalam pare, diduga membawa risiko tertentu bagi perkembangan janin dan kestabilan kehamilan. Konsultasi dengan dokter kandungan selalu menjadi langkah terbaik sebelum mengonsumsi pare selama masa kehamilan.

Pare (Momordica charantia) dikenal sebagai sayuran pahit yang kaya nutrisi dan antioksidan. Meski bermanfaat bagi banyak orang, konsumsi pare selama kehamilan perlu diperhatikan secara serius. Beberapa kandungan alami pada pare dapat menimbulkan risiko bagi ibu hamil dan janin jika dikonsumsi berlebihan atau tidak diolah dengan benar.

1. Mengandung Senyawa Pahit yang Bisa Memicu Kontraksi Rahim

Pare mengandung senyawa bioaktif momordicin dan charantin yang memberi rasa pahit khas. Senyawa ini dapat merangsang otot rahim, berpotensi memicu kontraksi dini atau meningkatkan risiko keguguran, terutama pada trimester pertama. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan menghindari konsumsi pare mentah atau dalam jumlah banyak.

2. Dapat Menyebabkan Gangguan Pencernaan

Pare memiliki sifat pahit dan terkadang mengiritasi lambung. Konsumsi pare yang berlebihan dapat menimbulkan mual, muntah, atau diare. Selama kehamilan, sistem pencernaan lebih sensitif, sehingga efek samping ini bisa lebih terasa dan mengganggu keseimbangan nutrisi ibu.

3. Potensi Menurunkan Gula Darah Berlebihan

Pare dikenal memiliki efek menurunkan kadar gula darah (hypoglycemic effect). Pada ibu hamil, terutama mereka yang sudah memiliki risiko diabetes gestasional atau sedang menjalani pengobatan untuk gula darah tinggi, konsumsi pare tanpa pengawasan dapat menimbulkan kadar gula yang terlalu rendah (hipoglikemia), berisiko bagi ibu dan janin.

4. Risiko Alergi dan Reaksi Kulit

Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap pare, termasuk gatal, ruam, atau gangguan pencernaan. Selama kehamilan, sistem imun ibu lebih sensitif, sehingga reaksi alergi bisa lebih parah atau mengganggu kondisi tubuh.

Hindari mengonsumsi pare mentah, jus pare, atau suplemen pare yang konsentrat. Jika ingin tetap mengonsumsi pare, batasi jumlahnya dan masak hingga matang untuk mengurangi efek pahit dan iritasi. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum memasukkan pare ke menu harian. Pilih sayuran alternatif yang aman untuk ibu hamil, seperti bayam, sawi, brokoli, dan wortel, yang kaya nutrisi tanpa risiko kontraksi atau gangguan pencernaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....