Hong Thai Gandeng Lembaga Nuklir Thailand Sterilkan Produk

  • 01 Nov 2025 21:10 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Dilansir dari Asia News Network Produsen populer inhaler herbal asal Thailand, Hong Thai, mengambil langkah cepat dan bertanggung jawab penuh setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand (FDA) menemukan kontaminasi mikroba pada salah satu batch produk Formula 2 Mixed Herbal Inhaler miliknya.

Sebagai langkah perbaikan, perusahaan tersebut langsung bekerja sama dengan Thailand Institute of Nuclear Technology (TINT) untuk menerapkan teknologi sterilisasi berstandar internasional. Melalui kemitraan ini, Hong Thai akan menggunakan metode cold sterilisation irradiation, yang dikenal sebagai “gold standard” global dalam proses sterilisasi tanpa menggunakan bahan kimia atau panas.

Teknologi ini memanfaatkan energi radiasi — yakni electron beam (e-beam) dan Cobalt-60 — untuk membasmi mikroorganisme pada produk secara aman. Metode non-termal ini penting karena mampu menjaga keaslian minyak atsiri yang memberikan aroma khas dan khasiat obat pada inhaler herbal, sekaligus menjamin produk tetap berkualitas tinggi dan aman bagi konsumen.

Proses sterilisasi dilakukan di fasilitas tertutup milik TINT dengan pengawasan ketat dari para ahli bersertifikat, sesuai standar keselamatan internasional. Produk disterilisasi dalam kemasan akhirnya untuk mencegah risiko kontaminasi ulang. TINT menegaskan bahwa produk yang melalui proses iradiasi tidak akan meninggalkan residu radiasi dan sepenuhnya aman digunakan.

Hong Thai menargetkan seluruh proses peningkatan standar pabrik dan prosedur keamanan selesai dalam waktu tujuh hari, bekerja sama penuh dengan TINT. Langkah cepat ini diharapkan dapat segera memulihkan kepercayaan konsumen dan menjadi tonggak baru dalam peningkatan mutu industri herbal Thailand.

Pihak TINT menyambut baik kolaborasi tersebut dan berharap inisiatif ini menjadi contoh bagi produsen herbal lain di Thailand dalam menerapkan teknologi bersih dan berkelanjutan, guna membangun industri yang lebih tangguh serta berdaya saing global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....