Kenali Dan Waspadai Penyebab Sindrom Iritasi Usus

  • 29 Agt 2025 17:38 WIB
  •  Batam

KBRN,Batam : Sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome adalah gangguan medis kronis yang memengaruhi usus besar. Tanda dan gejala dari kondisi ini termasuk kram, sakit perut, kembung, gas, dan diare atau sembelit, ataupun keduanya.

Gejala sindrom iritasi usus bisa dikendalikan dengan mengatur pola makan, gaya hidup, dan stres. Gejala yang lebih parah dapat diobati dengan pengobatan dan konseling. Ada beberapa faktor yang memicu terjadinya sindrom iritasi usus, seperti:

1. Kontraksi Otot Usus

Dinding usus dilapisi dengan lapisan otot yang berkontraksi ketika makanan melewati saluran pencernaan. Namun, ketika kontraksi menjadi lebih kuat, maka kondisi ini dapat menyebabkan gas, kembung, dan diare. Kontraksi usus yang lemah dapat memperlambat perjalanan makanan dan menyebabkan tinja yang keras dan kering.

2. Sistem Saraf

Kelainan pada saraf sistem pencernaan juga bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Sinyal yang terkoordinasi dengan buruk antara otak dan usus dapat menyebabkan tubuh bereaksi berlebihan terhadap perubahan yang biasanya terjadi pada proses pencernaan. Kondisi seperti ini bisa menimbulkan perut sakit, diare, ataupun sembelit.

3. Peradangan Usus

Beberapa pengidap sindrom iritasi usus mengalami peningkatan jumlah sel sistem kekebalan di usus mereka. Respons sistem kekebalan ini bisa memicu rasa sakit dan diare.

4. Infeksi Parah

Sindrom iritasi usus dapat berkembang setelah serangan diare yang parah (gastroenteritis) yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Penyakit ini juga sering dikaitkan dengan kelebihan bakteri di usus.

5. Perubahan Bakteri Dalam Usus

Mikroflora adalah bakteri "baik" yang hidup di usus dan berperan penting dalam menjaga kesehatan usus. Penelitian menunjukkan bahwa mikroflora pada pengidap sindrom iritasi usus mungkin berbeda dari mikroflora pada orang sehat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....