Node 14A Intel Jadi Incaran Apple dan NVidia
- 30 Sep 2026 15:49 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Sejumlah raksasa teknologi dunia mulai melirik teknologi manufaktur chip terbaru milik Intel.
Apple, Nvidia, AMD, Google, Microsoft, Amazon, Tesla, hingga Qualcomm dikabarkan tengah mengevaluasi Node 14A, teknologi proses manufaktur semikonduktor terbaru yang dikembangkan Intel.
Evaluasi dari perusahaan-perusahaan teknologi besar tersebut menjadi momentum penting bagi bisnis Intel Foundry, terutama dalam upaya Intel memperkuat posisinya sebagai pesaing TSMC di industri manufaktur semikonduktor.
Salah satu faktor yang membuka peluang bagi Intel adalah keterbatasan kapasitas produksi chip canggih secara global. Berdasarkan laporan riset Piper Sandler yang dikutip detikInet, kapasitas produksi TSMC disebut telah banyak dipesan hingga 2028.
Kondisi tersebut membuat sejumlah perusahaan teknologi mencari alternatif manufaktur chip, sekaligus mendorong upaya diversifikasi rantai pasok semikonduktor di Amerika Serikat.
Namun, peluang tersebut juga menjadi tantangan besar bagi Intel. Perusahaan harus mendapatkan pelanggan utama atau anchor customer untuk Node 14A pada akhir 2026 atau awal 2027, sebelum memasuki tahap peningkatan produksi yang ditargetkan pada 2028.
CEO Intel Lip-Bu Tan bahkan memperingatkan bahwa perusahaan tidak akan melanjutkan investasi besar-besaran jika tidak mendapatkan kepastian kontrak komersial dari pelanggan eksternal.
Intel disebut dapat menghentikan pengembangan Node 14A dan generasi penerusnya apabila teknologi tersebut gagal menarik pelanggan dalam skala besar. Pasalnya, pengembangan teknologi manufaktur canggih membutuhkan investasi yang sangat besar dan dinilai tidak ekonomis tanpa adanya komitmen pelanggan.
Untuk mempersiapkan produksi Node 14A, Intel juga telah menyiapkan investasi besar. Dari penawaran saham senilai sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat, sebagian dana akan digunakan untuk membeli peralatan manufaktur dengan nilai sekitar 10 miliar dolar Amerika Serikat.
Peralatan seperti litografi, etching, dan inspection akan dipasang di fasilitas Fab 62 yang hampir rampung. Fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga sekitar 20 ribu wafer per bulan.
Intel menargetkan Node 14A memasuki tahap risk production pada awal 2028. Tahap ini digunakan untuk menguji dan memvalidasi proses produksi sebelum teknologi tersebut memasuki produksi massal.
Bagi Intel, keberhasilan mendapatkan pelanggan seperti Apple hingga Nvidia dapat menjadi langkah penting dalam memperluas bisnis Intel Foundry.
Namun, sejauh ini perusahaan-perusahaan tersebut masih berada dalam tahap evaluasi. Belum ada kepastian bahwa seluruh perusahaan yang disebutkan akan menggunakan Node 14A untuk produksi komersial.
Jika evaluasi tersebut berujung pada kontrak produksi, Intel berpotensi memperbesar persaingannya dengan TSMC di pasar manufaktur semikonduktor canggih yang saat ini menjadi salah satu sektor paling strategis dalam industri teknologi global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....