IoT Bantu Nelayan Pantau Lokasi dan Kondisi Darurat di Laut

  • 15 Sep 2026 09:06 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Teknologi Internet of Things (IoT) mulai dikembangkan untuk membantu meningkatkan keselamatan nelayan pesisir di Pulau Batam. Teknologi tersebut memungkinkan posisi nelayan dipantau ketika sedang melakukan aktivitas melaut.

Pengembangan teknologi ini dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen Universitas Putra Batam dari bidang Sistem Informasi dan Teknik Informatika. Perangkat yang dikembangkan terdiri dari GPS Tracker dan Panic Button yang terhubung dengan sistem pemantauan di darat.

Dosen Sistem Informasi Universitas Putra Batam, Erlin Elisa, menjelaskan IoT secara sederhana merupakan perangkat yang dapat terhubung dan mengirimkan informasi. Hal itu disampaikan dalam dialog program Batam Menyapa di Studio PRO 1 RRI Batam, Rabu, 9 September 2026. Dalam penerapannya kepada nelayan, teknologi tersebut digunakan untuk mendeteksi kondisi nelayan yang sedang berada di laut.

“Secara sederhana, IoT ini memungkinkan dia itu sebuah perangkat, perangkat yang terhubung, yang dapat mengirimkan informasi,” ujar Erlin.

Menurut Erlin, perangkat tersebut dapat digunakan ketika nelayan menghadapi kondisi berbahaya saat berada di tengah laut. Nelayan cukup memberikan sinyal melalui perangkat yang tersedia agar informasi kondisi darurat dapat diterima oleh pihak di darat.

Perangkat tersebut juga dilengkapi Panic Button yang dirancang agar mudah digunakan. Erlin mengatakan tombol tersebut dapat ditekan sekitar satu detik sehingga mengirimkan notifikasi berupa SMS kepada pihak yang telah ditentukan.

“Kalau seandainya terjadi situasi darurat mereka tinggal pencet satu detik, jadi orang yang di pantai atau di daratan itu sudah tahu dan bisa mengecek lokasi atau mentracker lokasinya,” katanya.

Selain SMS, sistem yang dikembangkan juga memiliki dashboard untuk memantau pergerakan kapal. Dashboard tersebut menampilkan rute nelayan secara real time sehingga keluarga atau pihak yang ditunjuk dapat mengetahui posisi kapal dan melihat apabila terdapat sinyal darurat.

Pengembangan ini masih dilakukan secara bertahap dan pengujian awal ditujukan bagi nelayan lokal dengan jangkauan sekitar 30 kilometer dari daratan. Tim berharap teknologi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin sesuai dengan kebutuhan dan kondisi nelayan di wilayah pesisir Batam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....