Kimpul Mirip Talas, Kaya Pati namun Perlu Diolah
- 11 Sep 2026 16:19 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kimpul kerap dianggap sama dengan talas karena bentuk daun dan umbinya terlihat serupa. Padahal, keduanya merupakan tanaman yang berbeda. Kimpul termasuk kelompok Xanthosoma, sedangkan talas yang umum dikenal termasuk Colocasia esculenta.
Kemiripan tersebut terjadi karena keduanya masih berada dalam satu keluarga tanaman. Namun, terdapat sejumlah ciri yang dapat digunakan untuk membedakannya, salah satunya bentuk dan posisi tangkai daun.
Pada kimpul, tangkai daun bertemu dengan helaian daun pada bagian lekukan pangkal daun. Sementara pada talas, tangkai daun cenderung menempel lebih ke bagian dalam helaian daun. Perbedaan juga dapat terlihat pada bentuk umbinya.
Kimpul merupakan salah satu umbi lokal yang mengandung karbohidrat, terutama dalam bentuk pati. Kandungan tersebut membuat kimpul berpotensi dikembangkan sebagai salah satu sumber pangan alternatif.
Umbi kimpul dapat dikonsumsi setelah melalui proses pengolahan, seperti direbus, dikukus maupun digoreng. Selain itu, kimpul dapat diolah menjadi berbagai produk pangan seperti keripik, getuk, tepung dan pati.
Pengolahan menjadi tepung maupun pati juga membuka peluang peningkatan nilai tambah kimpul. Tepung diperoleh melalui proses pengeringan dan penggilingan umbi, sedangkan pati dihasilkan melalui proses pemisahan komponen pati dari bagian umbi lainnya.
Karakteristik pati kimpul juga berpotensi dimanfaatkan dalam formulasi berbagai produk pangan karena memiliki karakteristik gelatinisasi tertentu yang dapat memengaruhi tekstur dan sifat produk.
Di balik potensinya sebagai pangan, kimpul perlu diolah dengan benar. Umbi kimpul secara alami mengandung kristal kalsium oksalat berbentuk jarum yang disebut raphides.
Senyawa tersebut dapat menyebabkan iritasi apabila dikonsumsi dalam kondisi mentah atau tidak diolah secara tepat. Gejalanya dapat berupa rasa gatal, sensasi menusuk atau seperti terbakar pada mulut dan tenggorokan.
Karena itu, kimpul sebaiknya dikupas dan dicuci sebelum diolah. Umbi kemudian dapat direndam bila diperlukan, lalu direbus atau dimasak hingga matang. Air rebusan sebaiknya dibuang.
Proses tersebut dapat membantu mengurangi sebagian oksalat yang larut ke dalam air. Efektivitasnya bergantung pada metode pengolahan, ukuran potongan, lama pemasakan dan faktor lainnya.
Dengan kandungan pati dan beragam pilihan pengolahan, kimpul memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai komoditas pangan lokal. Pemanfaatannya tidak hanya dapat mendukung diversifikasi pangan, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk bernilai tambah berbasis bahan pangan lokal Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....