Teknologi Spatial Bisa Dikembangkan dari Ponsel

  • 06 Sep 2026 15:54 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pengembangan teknologi spatial tidak selalu harus dimulai dengan perangkat khusus. Pengembang dapat memanfaatkan perangkat yang sudah dimiliki, termasuk ponsel, sebagai sarana awal untuk mempelajari dan mengembangkan teknologi berbasis ruang.

Solution Architect & Lead Spatial Engineer Infinite Learning Indonesia, Tafani Rabbani, menyampaikan hal tersebut dalam Batam Tech Community Meetup di Auditorium Gedung Utama Politeknik Negeri Batam, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurut Tafani, ponsel saat ini sudah memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk mengenal teknologi spatial, salah satunya melalui pengembangan augmented reality atau AR. Teknologi tersebut memungkinkan objek digital ditampilkan dan berinteraksi dengan lingkungan nyata melalui perangkat yang digunakan.

Bagi pengembang pemula, teknologi AR dapat menjadi salah satu tahap awal sebelum mempelajari perangkat spatial yang lebih kompleks. Pengembangan dapat dimulai dari proyek sederhana, seperti membuat aplikasi interaktif maupun permainan yang memanfaatkan elemen ruang.

“AR games/simulations," kata Tafani

Tafani menjelaskan, proses belajar tersebut juga dapat membantu pengembang memahami bagaimana objek digital ditempatkan dan berinteraksi dengan lingkungan pengguna. Dari pengalaman membuat proyek sederhana, kemampuan tersebut kemudian dapat dikembangkan menuju teknologi spatial dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi.

Selain kemampuan teknis, perkembangan teknologi spatial juga membuka ruang bagi talenta dengan latar belakang yang beragam. Menurut Tafani, pengembangan pengalaman spatial tidak hanya membutuhkan kemampuan pemrograman, tetapi juga keterampilan dalam menciptakan aset visual dan mengembangkan interaksi.

Beberapa bidang yang dapat ditekuni antara lain 3D artist, technical artist, dan spatial developer. Ketiga bidang tersebut memiliki peran yang berbeda, mulai dari membuat objek dan lingkungan tiga dimensi, menghubungkan unsur visual dengan aspek teknis, hingga membangun aplikasi atau pengalaman berbasis spatial computing.

“3D artist, technical artist, spatial developer.”

Menurut Tafani, pembagian peran tersebut menunjukkan bahwa pengembangan teknologi spatial membutuhkan kolaborasi antara talenta kreatif dan teknis. Kemampuan membuat visual tiga dimensi dapat dipadukan dengan kemampuan pemrograman untuk menghasilkan pengalaman digital yang dapat merespons lingkungan dan interaksi pengguna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....