Social Engineering: Hacker Tak Selalu Membobol Sistem

  • 30 Agt 2026 06:35 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Ketika mendengar kata hacker, banyak orang mungkin membayangkan seseorang yang sedang membobol komputer dengan kode-kode rumit. Padahal, serangan siber tidak selalu membutuhkan kemampuan teknis seperti itu.

Salah satu cara yang sering digunakan adalah social engineering, yaitu upaya memanipulasi seseorang agar memberikan informasi atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak seharusnya dilakukan.

Caranya bisa sangat sederhana.

Pelaku dapat berpura-pura menjadi petugas bank, kurir, teman, rekan kerja, atau bahkan seseorang dari perusahaan yang dipercaya. Korban kemudian diarahkan untuk memberikan kode OTP, mengklik tautan, mengirimkan dokumen, atau melakukan transfer uang.

Masalahnya, serangan seperti ini sering terlihat meyakinkan. Pelaku bisa menggunakan informasi yang sudah tersedia di internet untuk membuat ceritanya terdengar masuk akal.

Misalnya, seseorang menerima pesan yang mengaku berasal dari layanan pengiriman. Pesan tersebut menyebutkan adanya masalah pada paket dan meminta penerima membuka sebuah tautan.

Jika korban langsung mengikuti instruksi tanpa memeriksa kembali sumbernya, pelaku bisa mendapatkan kesempatan untuk mencuri informasi atau mengambil alih akun.

Inilah yang membuat social engineering berbahaya. Sistem keamanan sebuah perusahaan bisa saja sudah sangat kuat, tetapi jika pengguna berhasil ditipu untuk memberikan akses, perlindungan tersebut dapat dilewati dari sisi manusia.

Karena itu, tidak semua pesan mendesak harus langsung dipercaya. Permintaan kode OTP, kata sandi, data pribadi, maupun transfer uang sebaiknya selalu diperiksa terlebih dahulu.

Jika seseorang mengaku sebagai pihak tertentu, lakukan verifikasi melalui kanal resmi dan jangan menggunakan nomor atau tautan yang diberikan dalam pesan mencurigakan tersebut.

Pada akhirnya, keamanan digital bukan hanya soal memasang antivirus atau menggunakan teknologi terbaru. Kemampuan mengenali manipulasi juga menjadi bagian penting dari menjaga keamanan diri di dunia digital.

Sebab dalam banyak kasus, hacker tidak perlu membobol sistem jika mereka berhasil membuat korbannya membuka pintu sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....