Begonia Halabanensis Ditemukan Kembali di Sumatera Barat setelah 76 tahun
- 22 Agt 2026 09:19 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menemukan kembali Begonia halabanensis, salah satu tumbuhan endemik Sumatra Barat, setelah lebih dari 76 tahun tidak ditemukan di habitat alaminya. Jenis ini pertama kali dikoleksi oleh Meijer pada 29 Januari 1950 dari kawasan Bukit Halaban, Sumatra Barat.
Nama Begonia halabanensis kemudian secara resmi muncul dalam publikasi ilmiah pada 2015 melalui artikel berjudul Further discoveries in the ever-expanding genus Begonia (Begoniaceae): fifteen new species from Sumatra yang ditulis Mark Hughes, Deden Girmansyah, dan Wisnu Handoyo Ardi. Penetapan tersebut didasarkan pada spesimen herbarium hasil koleksi Meijer.
Penemuan kembali dilakukan melalui kegiatan eksplorasi dan pengoleksian biji di sejumlah kawasan Sumatra Barat. Tim menemukan Begonia halabanensis dalam jumlah populasi yang relatif sedikit di kawasan bukit kapur atau karst pada ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan tersebut ditemukan pada habitat dengan kelembapan rendah dan kondisi yang ternaungi, sesuai dengan catatan habitat dari koleksi Meijer.
Peneliti BRIN Muhammad Efendi mengatakan, penemuan ini penting karena keberadaan Begonia halabanensis.
"Sebelumnya hanya diketahui melalui spesimen herbarium. Dengan ditemukannya kembali jenis tersebut di habitat alami, peneliti memperoleh informasi tambahan mengenai karakter morfologi, ekologi, kondisi habitat, serta populasi yang dapat menjadi dasar untuk mendukung upaya konservasi," ungkap Efendi.
Setelah ditemukan kembali pada 2022, penelitian terhadap Begonia halabanensis terus dilakukan. Tim mencatat karakter morfologi dan mempelajari biologi perkecambahan biji yang dikoleksi sebelum disimpan di Bank Biji BRIN di Cibinong. Sementara itu, material hidup berupa anakan berhasil diambil untuk kemudian diaklimatisasi sebagai koleksi tumbuhan di Kebun Raya Cibodas.
Begonia halabanensis menjadi salah satu koleksi baru bagi Kebun Raya Indonesia karena sebelumnya belum pernah dikoleksi di Kebun Raya Bogor maupun Kebun Raya Eka Karya Bali. Selama sekitar empat tahun dikoleksi di Kebun Raya Cibodas, tanaman ini sempat dilaporkan berbunga sehingga membantu melengkapi informasi morfologi. Namun, tanaman tersebut belum menghasilkan buah dan biji sehingga belum dapat diperbanyak secara generatif.
Penemuan kembali ini menunjukkan bahwa kawasan hutan dan karst di Sumatra Barat masih menyimpan kekayaan flora yang belum sepenuhnya terungkap. Eksplorasi botani secara berkelanjutan diperlukan untuk mendokumentasikan tumbuhan endemik dan langka, sekaligus memperkuat konservasi in situ maupun ex situ. Keberadaan Begonia halabanensis di kebun raya diharapkan dapat mendukung penelitian dan menjaga kelestarian jenis yang populasinya di alam tergolong kecil serta menghadapi ancaman kerusakan habitat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....