Kualitas Data Menentukan Keberhasilan AI dalam Mendeteksi Autisme

  • 31 Jul 2026 08:40 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Keberhasilan pengembangan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung deteksi dini anak berkebutuhan khusus sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan. Semakin lengkap dan akurat data yang dimiliki, semakin baik pula hasil analisis yang dihasilkan oleh sistem AI.

Dosen dan Mahasiswi Doktoral Universitas Ahmad Dahlan, Nurul Azwanti, mengatakan penelitian yang tengah dilakukannya berfokus pada pengembangan AI untuk membantu proses screening awal autisme. Dalam proses tersebut, pengumpulan data menjadi tahapan yang paling penting.

"Saat ini saya sedang mengumpulkan data. Saya tidak membutuhkan identitas anak seperti NIK atau nama, tetapi yang saya butuhkan adalah usia, jenis kelamin, dan hasil screening anak tersebut," ujarnya.

Menurut Nurul, data mengenai usia, jenis kelamin, dan hasil pemeriksaan awal sangat diperlukan agar AI mampu mengenali pola yang berkaitan dengan gejala autisme maupun kebutuhan khusus lainnya. Sebaliknya, identitas pribadi anak tidak menjadi bagian yang dibutuhkan dalam proses pengembangan sistem.

Ia menambahkan, penelitian yang dilakukan tetap mengedepankan perlindungan data pribadi. Informasi yang bersifat sensitif tidak dimasukkan ke dalam sistem sehingga keamanan dan privasi responden tetap terjaga.

"Yang paling penting adalah kolaborasi. Kita di bidang peneliti atau pendidik sangat memerlukan kerja sama dengan psikolog maupun dokter spesialis karena tidak mungkin saya membuat AI tanpa data yang nyata," kata Nurul.

Nurul menjelaskan, data yang diperoleh dari tenaga kesehatan akan diolah menggunakan teknologi AI untuk menghasilkan model yang mampu membantu proses screening. Hasil tersebut kemudian dapat digunakan sebagai pendukung dalam layanan deteksi dini sebelum anak menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menurutnya, kebutuhan terhadap data yang mutakhir juga sangat penting karena perkembangan kondisi anak dan metode penanganannya terus berubah. Oleh sebab itu, pembaruan data secara berkala menjadi salah satu syarat agar AI tetap menghasilkan prediksi yang akurat.

Nurul berharap semakin banyak kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan lembaga pendidikan dalam membangun basis data yang berkualitas. Dengan dukungan data yang valid dan terkini, AI diharapkan mampu memperkuat layanan deteksi dini sehingga anak berkebutuhan khusus dapat memperoleh intervensi lebih cepat dan sesuai kebutuhannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....