Dunia Psikologi, Apa itu Slip Freudian?

  • 27 Jul 2026 12:35 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Ketika kata-kata keluar dari mulut Anda yang tidak Anda maksudkan, apakah Anda benar-benar bersungguh-sungguh dalam bagian diri Anda yang tertekan? Apakah itu ekspresi dari keinginan setengah sadar atau yang ditekan, atau hanya lidah yang terpeleset? Kami memberikan kata-kata dan frasa yang tidak diinginkan ini dengan nama selip Freudian, mengungkapkan bahwa di suatu tempat jauh di lubuk hati, kami benar-benar bermaksud apa yang tidak ingin kami katakan. Sigmund Freud memang menggambarkan fenomena ini, menyebutnya Fehlleistung dalam bahasa Jerman dan parapraxis dalam bahasa Inggris.

Kata-kata tersebut masing-masing diterjemahkan sebagai tindakan yang salah dan tindakan lainnya, dan penjelasan Freud untuk slip Freudian yang sekarang disebut adalah bahwa kesalahan verbal ini sering kali menandakan niat yang mendasarinya, bahkan jika kesalahannya sangat kecil. Bagi analis, slip semacam itu merupakan berita bagus karena dapat memberikan petunjuk kepada analis untuk melakukan terapi atau menunjukkan sesuatu dalam pikiran pasien yang perlu didiskusikan. Tidak seperti hari ini di mana kesalahan Freudian dapat dilihat sebagai motivasi seksual atau menyampaikan maksud ganda, Freud tidak selalu menganggap motivasi seksual untuk hal-hal ini. Sebaliknya mereka hanyalah sebuah jendela yang mungkin mencerminkan makna yang lebih dalam atau cara untuk mendapatkan perasaan di balik kata-kata.

Kadang-kadang slip Freudian ditafsirkan secara salah sebagai ekspresi keinginan bawah sadar kita. Ini sulit dipahami jika Anda menganggap serius analisis Freudian, karena ego tidak dapat dengan mudah mengakses pikiran bawah sadar. Sebaliknya slip ini harus dipahami sebagai ekspresi keinginan yang ditekan, yang tidak begitu tertanam dalam proses pemikiran bawah sadar. Mereka mungkin setengah sadar tetapi tidak sepenuhnya disadari oleh orang yang membuat kesalahan Freudian.

Di sisi lain, teori Freud tidak terbukti. Apa yang kita katakan mungkin disebabkan oleh bahasa yang telah kita pelajari, kesalahan sederhana dalam berbicara atau pemrosesan tata bahasa, kelelahan, penggunaan alkohol yang berlebihan, atau berbagai hal lainnya. Selain itu, jika interpretasi slip jatuh ke orang lain, interpretasi bahasanya mungkin sama sekali berbeda dari pembicara. Jika seseorang selalu menafsirkan bahasa orang lain sebagai sesuatu yang berbasis seksual, mungkin kesalahan terletak pada penerjemah dan bukan pembicara.

Dalam pengertian modern, istilah slip Freudian tidak banyak dianalisis secara berlebihan. Jika kita secara tidak sengaja mengatakan sesuatu yang salah dan menyadarinya, kita dapat dengan cepat menambahkan “Freudian slip” untuk mengolok-olok kesalahan bahasa kita sendiri. Dalam hal ini, kita mungkin bercanda tentang niat kita atau serius. Banyak tergantung pada keadaan di mana slip tersebut terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....