Korea Selatan Larang Kacamata AI di Ujian Demi Cegah Kecurangan Baru
- 09 Jul 2026 23:23 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah Korea Selatan resmi melarang penggunaan kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di seluruh ruang ujian sebagai langkah mencegah praktik kecurangan yang semakin canggih. Kebijakan tersebut diterapkan setelah terungkap dua kasus dugaan kecurangan menggunakan AI smart glasses pada ujian kemampuan bahasa Inggris yang berlangsung pada Mei 2026.
Lembaga Korea Institute of Curriculum and Evaluation (KICE) mengumumkan bahwa perangkat AI smart glasses tidak boleh digunakan dalam College Scholastic Ability Test (CSAT) atau Suneung yang akan digelar pada 19 November 2026. Ujian tersebut merupakan tes nasional yang menjadi syarat utama bagi siswa untuk masuk ke perguruan tinggi di Korea Selatan. Kementerian Pendidikan bersama dinas pendidikan di berbagai daerah juga telah menginstruksikan sekolah untuk memperketat pengawasan selama pelaksanaan ujian.
Sebagai bagian dari pengawasan, pengawas ujian diminta memberikan perhatian khusus kepada peserta yang mengenakan kacamata dengan bingkai tebal atau yang terlihat sering menyentuh dan menyesuaikan posisi kacamatanya saat mengerjakan soal. Langkah ini dilakukan karena perangkat AI smart glasses memiliki bentuk yang semakin menyerupai kacamata biasa sehingga sulit dibedakan dengan alat optik konvensional.
Kebijakan tersebut muncul setelah dua peserta ujian diduga memanfaatkan AI smart glasses pada tes kemampuan bahasa Inggris yang digelar pada 10 dan 31 Mei. Keduanya terbukti melanggar aturan sehingga nilai ujian dibatalkan dan dikenai sanksi larangan mengikuti ujian serupa selama empat tahun. Kasus tersebut menjadi perhatian serius karena menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk melakukan kecurangan akademik.
AI smart glasses bekerja dengan menghubungkan kacamata ke aplikasi pada telepon pintar. Pengguna cukup memindai lembar soal menggunakan kamera yang terpasang di kacamata, kemudian sistem kecerdasan buatan akan menganalisis soal dan menampilkan jawaban langsung pada lensa hanya dalam hitungan detik. Perangkat ini dijual dengan harga sekitar 299 hingga 799 dolar Amerika Serikat dan kini semakin mudah diperoleh di berbagai negara.
Fenomena penyalahgunaan teknologi ini tidak hanya terjadi di Korea Selatan. Universitas Nasional Taiwan baru-baru ini juga mendiskualifikasi seorang peserta ujian masuk fakultas kedokteran karena menggunakan AI smart glasses. Sementara itu, Jepang pernah digemparkan oleh kasus seorang siswa yang memakai kacamata berkamera untuk memotret soal ujian masuk universitas, lalu mengunggahnya ke media sosial guna memperoleh jawaban dari tutor daring. China pun mulai menerapkan pemeriksaan tambahan terhadap peserta yang memakai kacamata dalam pelaksanaan ujian nasional gaokao 2026.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan membawa banyak manfaat di bidang pendidikan, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam menjaga integritas akademik. Berbagai negara kini mulai memperbarui aturan ujian, memperketat sistem pengawasan, hingga memanfaatkan alat pendeteksi elektronik untuk memastikan proses evaluasi tetap berlangsung secara jujur, adil, dan kredibel di tengah pesatnya inovasi teknologi digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....