Marak Penipuan Pemesanan Awal GTA VI, Gamer Diminta Waspada
- 09 Jul 2026 13:54 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Euforia peluncuran resmi masa pemesanan awal (pre-order) gim legendaris Grand Theft Auto VI (GTA VI) pada akhir Juni lalu kini tengah dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan siber. Perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, menemukan bahwa para penipu bergerak cepat menggunakan antusiasme tinggi para pemain sebagai umpan untuk melancarkan berbagai skema penipuan digital.
Berdasarkan temuan para ahli di Kaspersky, skema utama yang paling banyak digunakan oleh penyerang adalah pembuatan situs web palsu yang menawarkan layanan pemesanan awal gim. Ketika korban mengeklik tombol pemesanan, mereka akan diarahkan untuk mengisi detail data pribadi serta informasi kartu pembayaran. Alih-alih mendapatkan salinan gim yang dinantikan, dana di dalam rekening bank korban justru dikuras habis dan data sensitif mereka terancam dibocorkan di internet. Halaman penipuan semacam ini terdeteksi telah dibuat dalam berbagai bahasa guna menyasar komunitas pemain di berbagai negara.
Selain situs pemesanan palsu, modus lain yang ditemukan adalah penyediaan tautan unduhan versi beta ilegal dengan kedok bocoran (leak) gim. Untuk meyakinkan korbannya, para pelaku menyertakan kolom komentar palsu yang mengklaim bahwa file unduhan tersebut aman dan berisi versi asli gim. Namun begitu file dijalankan, program berbahaya tersebut akan langsung menginfeksi perangkat pengguna, memicu pencurian data enkripsi, akses ilegal ke akun pribadi, hingga pemasangan perangkat perusak (malware) yang beroperasi secara diam-diam di latar belakang sistem.
Guna menghindari kerugian materiil dan kebocoran data, pihak Kaspersky mengimbau para pencinta gim untuk selalu waspada dan tidak mudah tergiur oleh tawaran akses instan. Komunitas diminta untuk hanya melakukan transaksi melalui kanal penjualan resmi yang ditunjuk oleh pihak pengembang. Selain itu, penting untuk selalu memeriksa keabsahan URL situs web sebelum memasukkan data finansial, serta menghindari mengunduh file mencurigakan dari sumber pihak ketiga yang tidak terverifikasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....