Mulai 1 Juli, Biometrik Berbasis Wajah Punya Resiko Besar jika Bocor
- 30 Jun 2026 21:53 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kewajiban registrasi SIM card prabayar menggunakan biometrik wajah mulai 1 Juli 2026 membuat perlindungan data pribadi kembali menjadi perhatian publik. di antara berbagai jenis data pribadi, data biometrik ini dinilai sebagai informasi yang memiliki tingkat sensitivitas paling tinggi.
Dilansir dari detik.com, Chairman CISSReC, Pratama Persadha, menjelaskan perbedaan mendasar antara data biometrik dan data pribadi lainnya terletak pada sifatnya yang permanen. Sebab, Password, Nomor telepon, dan Alamat email bisa dibuat baru. Akan tetapi wajah, sidik jari, dan iris mata tidak bisa diganti sepanjang hidup seseorang.
Pratama menyoroti jika terjadi kebocoran data biometrik, maka konsekuensinya akan dalam jangka panjang dan jauh lebih besar dibandingkan kebocoran password atau identitas digital. Pratama menjelaskan operator seluler seharusnya tidak menyimpan foto wajah pelanggan dalam bentuk asli. Pendekatan yang lebih aman adalah mengubah hasil pemindaian menjadi template biometrik berupa representasi matematis yang hanya digunakan untuk proses pencocokan identitas.
Chairman CISSReC ini mengingatkan pentingnya penerapan prinsip data minimization, yakni hanya mengumpulkan data yang benar-benar diperlukan dan segera menghapus data yang tidak lagi dibutuhkan setelah proses autentikasi selesai. Selain itu, seluruh proses pengiriman data wajah harus menggunakan enkripsi modern agar tidak mudah disadap selama proses transmisi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....