Komponen yang ada dalam Laporan Neraca Keuangan

  • 30 Jun 2026 12:08 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Laporan neraca merupakan gambaran menyeluruh tentang kondisi keuangan suatu entitas pada suatu titik waktu tertentu. Di dalamnya, Anda bisa melihat tiga elemen utama: aset, liabilitas (kewajiban), dan ekuitas.

Ketiganya disusun dalam format terstruktur yang memberikan informasi detail tentang sumber daya yang dimiliki dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

Mari kita bahas lebih dalam masing-masing komponennya:

Aset lancar

Kas atau aktiva lain yang dapat diubah menjadi uang dan habis dalam waktu singkat, satu tahun atau kurang dari tanggal neraca disebut aktiva lancar.

Perhatian bisnis yang berorientasi pada layanan umumnya memiliki empat jenis aset lancar:

  • Kas,

  • Investasi (jangka pendek),

  • Piutang dan wesel tagih,

  • Biaya dibayar di muka dan pendapatan yang masih harus dibayar tetapi belum diterima.

Aset lancar dijelaskan di bawah ini:

Kas

Kas berarti kas di tangan dan kas di bank yang digunakan untuk keperluan operasional saat ini; seperti deposito ke rekening tabungan dan giro. Kas sebagai aset lancar ditampilkan sebagai item pertama dalam neraca.

Setara Kas

Setara kas adalah aset yang siap dikonversi menjadi uang. Seperti treasury bill, short-term notes yang jatuh tempo dalam waktu 90 hari, sertifikat deposito, dll.

Investasi (Jangka Pendek)

Umumnya, surat berharga ‘disebut investasi jangka pendek. Misalnya, saham dan obligasi perusahaan lain yang dibeli untuk jangka pendek.

Piutang dan wesel tagih

Piutang usaha berarti uang dapat diterima dari orang atau organisasi. Piutang usaha dibuat ketika jasa diberikan atau barang dijual secara kredit.

Untuk hutang-hutang ini, tidak ada bukti dokumen yang disimpan kecuali tanda tangan pada faktur atau tiket.

Piutang Wesel

Piutang usaha dibuat ketika jasa diberikan atau barang dijual secara kredit. Piutang ini disebut debitur. Debitur membuat surat promes dan menandatanganinya dan menyerahkannya kepada kreditur sebagai bukti surat utangnya.

Surat promes adalah janji untuk membayar sejumlah uang dalam waktu yang ditentukan. Catatan ini umumnya disiapkan untuk waktu yang singkat. Setelah berakhirnya waktu yang ditentukan, uang diterima.

Biaya Dibayar Dimuka

Biaya dibayar di muka dan pendapatan yang masih harus dibayar

Biaya dibayar di muka dan pendapatan yang masih harus dibayar yang tidak diterima dalam periode akuntansi tertentu disebut sebagai aset lancar. Umumnya sewa rumah, premi asuransi, perlengkapan kantor, dll. dibayar di muka.

Bunga atas investasi yang diperoleh tetapi belum diterima pada tanggal jatuh tempo disajikan sebagai aset lancar pada akhir periode akuntansi.

Persediaan barang dagangan

Dalam urusan perdagangan, persediaan barang dagangan juga diperlakukan sebagai aset lancar. Ini berarti barang dagangan tetap tidak terjual pada hari akhir periode akuntansi.

Aset tetap atau jangka panjang

Aset yang digunakan dalam bisnis untuk jangka panjang disebut aset tetap atau jangka panjang.

Sebagai contoh:

Properti, pabrik, peralatan, investasi jangka panjang, dan aset tidak berwujud. Sebuah organisasi bisnis menikmati utilitas aset tetap selama lebih dari satu tahun.

Tanah, bangunan, dan peralatan

Tanah, bangunan, pabrik, dan peralatan bertahan selama lebih dari satu tahun dalam bisnis. Badan usaha membeli aset-aset ini untuk digunakan dalam bisnis, bukan untuk dijual. Properti, pabrik, dan peralatan identik dengan aset pabrik atau aset tetap.

Di neraca, di bawah properti aset tetap ditampilkan terlebih dahulu, lalu pabrik dan peralatan.

Investasi jangka panjang

Investasi jangka panjang umumnya berarti saham dan obligasi perusahaan lain yang dibeli. Ini dibeli

  • untuk memegang kendali atas perusahaan lain,
  • untuk penghasilan tetap dan
  • untuk menjaga hubungan baik dengan perusahaan lain.

Aset tidak berwujud

Aset yang tidak terlihat dan tidak dapat disentuh disebut aset tidak berwujud bisnis, seperti, niat baik, merek dagang, hak cipta, biaya awal, diskon saham, nama merek, dll.

Kewajiban lancar

Kewajiban yang terutang dalam waktu singkat yang cepat berubah-ubah disebut kewajiban lancar.

Kewajiban yang terutang dalam tahun berikutnya dari tanggal neraca atau dalam siklus operasi mana yang lebih lama disebut kewajiban lancar.

Sebagai contoh:

Hutang usaha, wesel bayar, hutang beban, hutang dividen, pendapatan diterima dimuka, pinjaman bank, hutang bunga dll.

Kewajiban jangka panjang

Kewajiban yang terutang setelah satu tahun dari tanggal neraca atau setelah siklus operasi mana yang lebih lama disebut kewajiban jangka panjang.

Seperti pinjaman hipotek, surat utang, wesel bayar jangka panjang, sewa, pensiun, dan dana persen, dll.

Ekuitas pemilik

Ekuitas pemilik berbeda sesuai dengan sifat bisnisnya

Sebagai contoh:

Dalam bisnis kepemilikan tunggal, akun modal tunggal dipertahankan. Dalam bisnis kemitraan, akun modal terpisah dikelola untuk masing-masing mitra.

Dalam kasus ekuitas pemilik perusahaan saham gabungan dibagi menjadi modal saham dan laba ditahan. Modal saham dan laba ditahan yang digabungkan disebut ekuitas pemegang saham.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....