Museum Angkatan Udara Singapura Hadirkan Pengalaman Imersif Modern
- 17 Jun 2026 02:42 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Museum Angkatan Udara Singapura atau Air Force Museum resmi dibuka kembali pada 16 Juni 2026 setelah menjalani renovasi besar sejak November tahun lalu. Berlokasi di dekat Pangkalan Udara Paya Lebar, museum ini kini menghadirkan berbagai teknologi interaktif dan pengalaman imersif yang dirancang untuk memperkenalkan perjalanan panjang Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) kepada masyarakat secara lebih menarik.
Salah satu daya tarik utama hasil renovasi tersebut adalah simulasi penerbangan tempur yang memungkinkan pengunjung merasakan sensasi menjadi pilot pesawat tempur yang dikerahkan untuk mencegat pesawat tak dikenal yang memasuki wilayah udara Singapura. Pengalaman ini disajikan melalui teater imersif dengan film berdurasi lima menit berjudul Homeward, lengkap dengan kursi bergetar dan efek pencahayaan yang meningkatkan kesan realistis.
Menteri Negara Senior Bidang Pertahanan Singapura, Zaqy Mohamad, mengatakan museum ini menggambarkan perjalanan RSAF dari masa awal yang menggunakan pesawat pinjaman hingga berkembang menjadi kekuatan udara modern yang memiliki teknologi canggih. Ia menegaskan bahwa peran RSAF tidak hanya menjaga kedaulatan udara, tetapi juga terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan dan bantuan bencana.
Selain simulasi modern, museum juga menampilkan koleksi artefak bersejarah yang lebih lengkap. Pengunjung dapat mempelajari berbagai pesawat yang pernah digunakan RSAF, termasuk Douglas A-4 Skyhawk dan Hawker Hunter F.74S, melalui layar sentuh interaktif. Salah satu koleksi unik yang dipamerkan adalah baling-baling kayu dari pesawat tanpa awak yang rusak saat latihan militer di Swedia pada tahun 1980.
Pengelola museum, Defence Collective Singapore (DCS), berharap pembaruan ini mampu menarik lebih banyak kalangan muda, khususnya mahasiswa dan pelajar tingkat lanjut. Berbagai program edukatif dan aktivitas interaktif telah disiapkan, termasuk kuis kepribadian bertema RSAF yang akan berlangsung selama masa liburan sekolah pada 17 hingga 28 Juni 2026.
Direktur Kuratorial dan Koleksi DCS, Hairani Joshi, menjelaskan bahwa pengembangan pengalaman baru di museum melibatkan banyak personel aktif maupun veteran RSAF agar setiap informasi yang disajikan tetap akurat dan autentik. Sementara itu, veteran RSAF Goh Yong Kiat yang turut terlibat dalam proyek renovasi menilai museum memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian masyarakat terhadap pertahanan negara.
Dalam beberapa tahun terakhir, museum ini menerima sekitar 50.000 hingga 60.000 pengunjung setiap tahun. Setelah renovasi, DCS menargetkan peningkatan jumlah pengunjung hingga 30 persen. Ke depan, lokasi museum juga masih menjadi pembahasan seiring rencana relokasi Pangkalan Udara Paya Lebar setelah 2030. Meski demikian, pihak pengelola berharap museum tetap berada di lokasi yang mudah diakses publik sehingga dapat terus menjadi sarana edukasi sejarah dan pertahanan bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....