Teknologi AI Canggih Warnai Piala Dunia 2026
- 14 Jun 2026 23:50 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pada Piala Dunia FIFA 2026, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) digunakan untuk membantu pengambilan keputusan wasit, analisis pertandingan, siaran televisi, hingga perlindungan pemain di media sosial.
Berikut beberapa teknologi AI utama yang digunakan:
- Semi-Automated Offside Technology (SAOT)
Ini adalah teknologi AI yang paling menonjol di Piala Dunia 2026. Sistem ini menggabungkan:
- Kamera pelacak berkecepatan tinggi di stadion,
- AI berbasis computer vision,
- Sensor pada bola pertandingan.
AI akan menganalisis posisi pemain dan bola secara real time, lalu mengirimkan peringatan kepada wasit dan asisten wasit jika terdeteksi potensi offside. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit. - Bola Pintar (Smart Match Ball)
Bola resmi pertandingan dilengkapi sensor yang mampu mengirim data ratusan kali per detik. Data ini membantu sistem VAR dan AI untuk menentukan:
- Momen sentuhan bola,
- Arah dan kecepatan bola,
- Analisis offside dan insiden lainnya secara lebih akurat. - Avatar AI dan Model 3D Pemain
Setiap pemain dibuatkan model digital atau "AI avatar" melalui pemindaian tubuh 3D sebelum turnamen. Teknologi ini digunakan untuk:
- Merekonstruksi situasi pertandingan dalam bentuk 3D,
- Meningkatkan akurasi VAR,
- Menampilkan tayangan ulang (replay) yang lebih interaktif bagi penonton. - AI untuk Analisis Pertandingan
FIFA bekerja sama dengan mitra teknologinya untuk menyediakan alat analisis berbasis AI yang membantu tim dan pelatih dalam:
- Menganalisis performa pemain,
- Mengolah data taktik,
- Mengevaluasi pola permainan lawan. - AI untuk Pengalaman Penonton
AI juga digunakan dalam penyiaran dan pengalaman digital, antara lain:
- Replay 3D interaktif,
- Statistik pertandingan secara real time,
- Sudut pandang kamera yang lebih dinamis,
- Pengolahan data siaran dan distribusi konten yang lebih cepat. - AI untuk Melindungi Pemain dari Ujaran Kebencian
FIFA memperluas penggunaan AI untuk menyaring komentar kasar atau ujaran kebencian di media sosial. Sistem ini dapat mendeteksi dan menyembunyikan konten yang melanggar sebelum dilihat oleh pemain dan tim.
Singkatnya, teknologi AI yang digunakan di Piala Dunia 2026 meliputi:
- AI untuk deteksi offside otomatis (SAOT),
- Sensor pintar pada bola,
- Avatar dan pemodelan 3D pemain,
- Analisis data pertandingan dan taktik,
- Penyiaran dan replay interaktif,
- Perlindungan pemain dari penyalahgunaan di media sosial.
Dengan penerapan teknologi tersebut, FIFA menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai salah satu turnamen sepak bola dengan pemanfaatan AI paling luas dalam sejarah
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....