Roket H3 Jepang Sukses Meluncur, Enam Satelit Berhasil Ditempatkan di Orbit

  • 12 Jun 2026 17:56 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Jepang kembali mencatat kemajuan dalam program antariksa nasional setelah roket H3, yang menjadi andalan terbaru negara tersebut, sukses menjalankan misi peluncuran pada Jumat, 12 Juni 2026 pagi waktu setempat. Keberhasilan ini menjadi momentum penting setelah misi serupa beberapa waktu lalu gagal mencapai target penempatan satelit geolokasi di orbit.

Dilansir dari AFP, peluncuran H3 merupakan bagian dari strategi Jepang untuk memperkuat posisinya di industri peluncuran luar angkasa global. Keberhasilan misi ini juga menjadi bukti perbaikan yang dilakukan oleh Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) dalam meningkatkan reliabilitas roket generasi terbarunya.

Roket tersebut membawa enam satelit berukuran kecil dan diluncurkan dari Pusat Antariksa Tanegashima yang berada di wilayah selatan Jepang. JAXA menargetkan frekuensi peluncuran H3 dapat meningkat hingga delapan kali dalam setahun guna menjawab kebutuhan pasar satelit yang terus berkembang.

Meski demikian, capaian Jepang masih berada jauh di bawah dominasi perusahaan antariksa swasta Amerika Serikat, SpaceX. Sepanjang 2025, SpaceX tercatat melakukan 165 penerbangan orbital menggunakan Falcon 9, sedangkan H3 baru menjalani dua peluncuran.

Presiden JAXA, Hiroshi Yamakawa, memastikan seluruh tahapan misi berjalan sesuai rencana dan berhasil mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

"Roket terbang sesuai rencana dan berhasil menempatkan tahap kedua ke orbit yang dituju," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa keenam satelit yang dibawa berhasil dilepaskan ke orbit tanpa kendala.

Keberhasilan tersebut disambut meriah oleh tim ilmuwan dan teknisi JAXA. Dalam siaran langsung yang ditayangkan melalui kanal YouTube resmi lembaga itu, terlihat para peneliti saling bertepuk tangan dan berpelukan sebagai bentuk perayaan atas keberhasilan misi.

Salah satu muatan yang dibawa dalam penerbangan kali ini merupakan satelit eksperimental yang dirancang untuk menguji teknologi penanganan sampah antariksa. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi ancaman puing-puing luar angkasa yang semakin padat di orbit Bumi.

Yamakawa menegaskan bahwa kegagalan peluncuran H3 yang terjadi sebelumnya menjadi pelajaran besar bagi JAXA untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

"Kami memandang sangat serius kegagalan peluncuran roket H3 tahun lalu," kata Yamakawa.

"Kami telah mengerahkan seluruh upaya untuk menyelidiki penyebabnya secara menyeluruh dan menyusun langkah-langkah pencegahan."

H3 sendiri dikembangkan dengan mengedepankan efisiensi biaya, fleksibilitas operasional, dan tingkat keandalan tinggi. Hingga saat ini, roket tersebut telah mencatat lima misi sukses dan dua kegagalan sejak pertama kali dikembangkan.

Keberhasilan terbaru ini diharapkan dapat memperkuat peluang Jepang dalam memanfaatkan meningkatnya permintaan global terhadap layanan peluncuran satelit. Di saat yang sama, berbagai perusahaan swasta di seluruh dunia juga terus berlomba menghadirkan layanan antariksa yang lebih murah dan lebih sering dibandingkan program pemerintah.

Persaingan sektor antariksa Jepang juga melibatkan perusahaan domestik. Pada Maret lalu, perusahaan swasta Space One kembali gagal dalam upaya ketiganya untuk menjadi perusahaan Jepang pertama yang menempatkan satelit ke orbit secara mandiri.

Di tengah kompetisi yang semakin sengit, Jepang sebelumnya juga mencetak sejarah pada 2024 dengan keberhasilan mendaratkan wahana tanpa awak di Bulan. Meski posisi pendaratannya tidak sempurna, pencapaian tersebut menjadikan Jepang sebagai negara kelima di dunia yang berhasil melakukan pendaratan lunak di permukaan Bulan.

Sementara itu, perusahaan eksplorasi antariksa asal Tokyo, ispace, juga belum berhasil mewujudkan ambisinya menjadi perusahaan swasta pertama di luar Amerika Serikat yang mampu melakukan pendaratan terkendali di Bulan setelah misi yang dijalankan tahun lalu berakhir gagal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....