Nvidia Luncurkan Chip Laptop AI untuk Windows, Siap Tantang Apple hingga Intel

  • 02 Jun 2026 07:41 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia, mulai memperluas pengaruhnya ke industri komputer pribadi dengan memperkenalkan prosesor baru untuk laptop berbasis Windows. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Nvidia ingin mengambil peran besar dalam pengembangan PC generasi terbaru yang semakin terintegrasi dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dilansir dari AFP, kehadiran chip anyar tersebut diperkirakan bakal memperketat kompetisi di industri komputer, terutama bagi pemain lama seperti Apple, Intel, dan Advanced Micro Devices. Sejumlah pengamat menilai perangkat yang memakai teknologi ini kemungkinan dipasarkan pada segmen premium karena biaya pengembangannya cukup tinggi.

Selama ini, Nvidia memperoleh keuntungan besar dari lonjakan kebutuhan prosesor pusat data yang menopang sistem AI milik perusahaan teknologi global. Situasi tersebut membuat valuasi perusahaan meningkat tajam hingga menjadi salah satu korporasi paling bernilai di dunia. Kini, perusahaan mencoba membuka sumber pertumbuhan baru dengan menyasar pengguna umum melalui perangkat komputasi sehari-hari.

“Microsoft dan Nvidia akan menemukan kembali PC. Ini akan menjadi PC generasi baru,” ujar Chief Executive Officer Nvidia, Jensen Huang, saat memperkenalkan RTX Spark menjelang penyelenggaraan Computex.

“Jika Anda ingin menjalankan biologi digital, tidak masalah. Jika ingin melakukan pemrosesan seismik, tidak masalah. Anda ingin astrofisika, tidak masalah,” kata Huang.

“Microsoft dan Nvidia mengoptimalkan semuanya dengan sangat rinci sehingga komputer ini secara harfiah dapat menjalankan semua hal yang pernah diciptakan dunia, ditambah kini dapat menjalankan agen AI. Ini adalah komputer yang luar biasa,” lanjutnya.

Nama Nvidia sebelumnya identik dengan GPU atau graphic processing unit, komponen yang awalnya dipakai untuk mengolah grafis video game berperforma tinggi. Namun, perkembangan AI membuat chip grafis perusahaan tersebut kini juga dipakai untuk chatbot, generator gambar, hingga sistem otomatis yang membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan digital.

Investasi besar-besaran berbagai negara dan perusahaan teknologi terhadap pengembangan AI turut mendorong nilai bisnis Nvidia melonjak drastis. Nilai perusahaan bahkan disebut melampaui ukuran ekonomi sejumlah negara besar.

Berbeda dari fokus sebelumnya, inovasi terbaru Nvidia justru menitikberatkan pada CPU atau central processing unit, yaitu komponen inti yang mengendalikan berbagai proses kerja komputer. Dengan kata lain, Nvidia kini tak hanya memasok mesin grafis, tetapi juga mulai masuk ke pusat pengendali utama perangkat.

Pendiri perusahaan investasi Carthage Capital sekaligus mantan insinyur AI, Stephen Wu, memandang langkah Nvidia sebagai perubahan besar yang bisa mengguncang pola industri komputer. Menurutnya, strategi tersebut memungkinkan Nvidia membangun ekosistem perangkat keras yang lebih menyeluruh sekaligus menarik para pengembang menciptakan teknologi berbasis sistem mereka.

“Intel dan AMD menjadi pihak yang paling terdampak secara langsung,” kata Wu. Ia menambahkan bahwa pengguna AI nantinya akan memperoleh kapasitas memori yang lebih memadai untuk menjalankan model AI secara lokal tanpa jeda atau gangguan.

Meski terdengar baru, kehadiran chip Nvidia pada perangkat Windows sebenarnya bukan hal pertama. Pada awal 2010-an, sejumlah tablet berbasis Windows pernah mengadopsi teknologi serupa. Bedanya, generasi terbaru ini dirancang untuk mengoptimalkan kemampuan AI, termasuk menjalankan agen digital yang dapat membantu aktivitas pengguna secara otomatis.

“Ini adalah lini PC pertama yang benar-benar direkayasa ulang dan ditemukan kembali dalam 40 tahun terakhir,” ujar Huang.

“Tidak diragukan lagi, perubahan komputer ini sebesar perubahan ponsel menjadi apa yang sekarang kita kenal sebagai smartphone,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....