Sektor Teknologi Global Masih Belum selesai Hadapi Badai PHK akibat AI

  • 31 Mei 2026 23:21 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Sektor teknologi global masih menghadapi tekanan besar sepanjang tahun 2026. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di berbagai perusahaan teknologi diperkirakan akan terus berlanjut, dengan jumlah pekerja terdampak berpotensi melampaui 100.000 orang hingga akhir tahun. Bahkan, sejumlah proyeksi memperkirakan angka tersebut dapat mencapai sekitar 370.000 pekerja.

Berdasarkan data yang dirilis TrueUp, Mei 2026 menjadi salah satu periode terberat bagi industri teknologi. Sejumlah perusahaan raksasa seperti Meta, Cisco, Intuit, dan PayPal melakukan pengurangan tenaga kerja dalam jumlah besar di tengah meningkatnya fokus investasi pada teknologi kecerdasan buatan (AI).

Perkembangan ini memunculkan kekhawatiran bahwa AI tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga mulai mengubah kebutuhan tenaga kerja dan struktur organisasi di perusahaan-perusahaan teknologi.

Meta menjadi salah satu perusahaan yang paling banyak mendapat perhatian. Perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg tersebut dilaporkan telah memangkas sekitar 8.000 posisi sebagai bagian dari upaya transformasi menuju perusahaan yang berorientasi penuh pada pengembangan AI.

Selain melakukan pengurangan karyawan, Meta juga disebut tengah mengevaluasi kemungkinan memindahkan sekitar 7.000 pegawai ke peran yang lebih berkaitan dengan pengembangan, penerapan, dan pengelolaan teknologi kecerdasan buatan.

Langkah tersebut sejalan dengan strategi besar perusahaan yang berencana menginvestasikan lebih dari 100 miliar dolar AS sepanjang tahun 2026 untuk pembangunan pusat data AI serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya.

Besarnya alokasi dana tersebut menunjukkan bahwa pengembangan AI kini menjadi fokus utama perusahaan-perusahaan teknologi global. Namun, di balik peluang yang ditawarkan teknologi ini, muncul pula kekhawatiran mengenai berkurangnya kebutuhan tenaga kerja pada sejumlah posisi yang sebelumnya ditangani manusia.

Tren pengurangan tenaga kerja juga terjadi di perusahaan lain. PayPal, misalnya, berencana memangkas sekitar 20 persen dari total karyawannya dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Berdasarkan jumlah pegawai saat ini, langkah tersebut diperkirakan berdampak pada sekitar 4.760 pekerja.

Di sisi lain, Cisco mengumumkan pengurangan sekitar 4.000 posisi kerja. CEO Cisco, Chuck Robbins, menyatakan bahwa kebijakan tersebut diambil untuk mempercepat investasi perusahaan di bidang infrastruktur AI sekaligus menjaga daya saing di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat.

Sementara itu, Intuit juga melakukan restrukturisasi dengan memberhentikan sekitar 3.000 karyawan atau setara dengan 17 persen dari total tenaga kerjanya secara global. Meskipun perusahaan menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak secara langsung dipicu oleh perkembangan AI, langkah efisiensi yang dilakukan tetap mencerminkan tren penyesuaian besar yang sedang terjadi di industri teknologi dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....