Popo Iskandar: Maestro Lukis Indonesia yang Dijuluki Pelukis Kucing

  • 28 Mei 2026 19:53 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Popo Iskandar merupakan salah satu pelukis besar Indonesia yang dikenal luas karena gaya lukisnya yang khas dan ekspresif (Wikipedia, 2024; Kompas, 2022). Ia lahir di Garut, Jawa Barat, pada 17 Desember 1927 dan meninggal di Bandung pada 29 Januari 2000 (Wikipedia, 2024; MutualArt, n.d.). Nama Popo Iskandar sangat melekat dalam dunia seni rupa Indonesia, khususnya karena karya-karyanya yang banyak mengangkat tema kucing, ayam jago, harimau, dan berbagai bentuk alam (Kompas, 2022; Andriyana, 2020).

Dalam dunia seni rupa, Popo Iskandar dikenal sebagai pelukis beraliran ekspresionisme (Wikipedia, 2024; Arthive, n.d.). Gaya lukisnya menampilkan sapuan warna yang kuat, bentuk yang sederhana tetapi penuh makna, serta ekspresi yang hidup (Kompas, 2022; Andriyana, 2020). Karena kecintaannya terhadap kucing dan seringnya ia melukis hewan tersebut, Popo Iskandar mendapat julukan sebagai “Pelukis Kucing” (Wikipedia, 2024; MutualArt, n.d.).

Tidak hanya dikenal sebagai pelukis, Popo Iskandar juga merupakan seorang pendidik seni, penulis esai, dan kritikus seni (Wikipedia, 2024; Kompas, 2022). Ia aktif mengembangkan dunia seni rupa Indonesia melalui pendidikan dan tulisan-tulisannya (Andriyana, 2020; UPI Repository, 2018).

Perjalanan pendidikan Popo Iskandar dimulai sejak masa muda ketika ia mulai tertarik pada seni lukis (Wikipedia, 2024; Kompas, 2022). Minatnya terhadap seni banyak dipengaruhi oleh kakaknya yang merupakan guru menggambar (LeLukisanMaestro, 2011; Kompas, 2022). Pada masa pendudukan Jepang, Popo Iskandar mulai mempelajari seni rupa secara lebih serius (Wikipedia, 2024; Arthive, n.d.).

Ia pernah belajar di Keimin Bunka Shidosho di Bandung, sebuah pusat kebudayaan yang didirikan pada masa Jepang (Wikipedia, 2024; Kompas, 2022). Tempat tersebut menjadi salah satu ruang penting bagi para seniman Indonesia untuk belajar dan mengembangkan kemampuan seni mereka (Andriyana, 2020; UPI Repository, 2018).

Setelah itu, Popo Iskandar melanjutkan pendidikan di Fakultas Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) (Kompas, 2022; Wikipedia, 2024). Di sana ia belajar dari pelukis Belanda bernama Ries Mulder yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan seni modern Indonesia (Kompas, 2022; Andriyana, 2020). Dari pendidikan di ITB, Popo Iskandar mulai mengenal berbagai aliran seni seperti kubisme dan abstrak (Wikipedia, 2024; MutualArt, n.d.).

Meskipun sempat dipengaruhi oleh gaya gurunya, Popo Iskandar kemudian menemukan identitasnya sendiri dalam melukis (Andriyana, 2020; Kompas, 2022). Ia mengembangkan gaya ekspresionisme yang menampilkan emosi dan karakter kuat pada setiap objek lukisannya (Arthive, n.d.; Wikipedia, 2024).

Selain menempuh pendidikan seni, Popo Iskandar juga aktif menjadi pengajar (UPI Repository, 2018; Kompas, 2022). Ia pernah mengajar di IKIP Bandung yang sekarang dikenal sebagai Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) (UPI Repository, 2018; Wikipedia, 2024). Perannya sebagai dosen membuatnya turut berkontribusi dalam melahirkan generasi baru seniman Indonesia (Andriyana, 2020; Kompas, 2022)

Sumber : Fawwaz S Ramadhan Panjaitan; https://www.kompasiana.com/fawwazsramadhanpanjaitan6518/6a16e78f34777c5b4d3e5552/popo-iskandar-maestro-lukis-indonesia-yang-dijuluki-pelukis-kucing

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....