Peralatan Rumah Tangga Ini Jadi Penyedot Listrik Terbesar

  • 21 Mei 2026 18:40 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Lonjakan tagihan listrik rumah tangga kerap tidak disadari berasal dari penggunaan peralatan elektronik sehari-hari. Tanpa pengelolaan yang tepat, sejumlah perangkat rumah tangga dapat menjadi beban konsumsi energi terbesar, bahkan ketika penggunaannya dianggap wajar.

Fenomena ini berkaitan erat dengan konsep daya listrik (watt) dan durasi pemakaian. Semakin besar daya dan semakin lama digunakan, maka semakin tinggi pula konsumsi listrik yang dihasilkan.

Perangkat pendingin ruangan atau AC menempati posisi teratas sebagai penyedot listrik terbesar di rumah. Daya listrik AC umumnya berkisar antara 400 hingga 1.500 watt, tergantung kapasitas dan teknologi yang digunakan. Penggunaan yang berlangsung berjam-jam, terutama pada malam hari, membuat konsumsi listriknya sangat signifikan.

Berbeda dengan perangkat lain, kulkas bekerja selama 24 jam tanpa henti. Meskipun daya yang digunakan relatif lebih kecil sekitar 100–300 watt, operasional yang berkelanjutan menjadikannya salah satu penyumbang utama konsumsi listrik bulanan.

Mesin cuci, terutama yang dilengkapi fitur pengering (dryer), membutuhkan daya cukup besar, berkisar 300 hingga 1.000 watt. Penggunaan rutin, khususnya pada rumah tangga dengan intensitas mencuci tinggi, dapat meningkatkan beban listrik secara signifikan.

Rice cooker menjadi perangkat dapur yang hampir selalu aktif, terutama pada mode warm. Daya listriknya berkisar 300–700 watt saat memasak dan tetap menyedot energi meskipun dalam kondisi menjaga suhu nasi.

Televisi, khususnya berukuran besar dan berteknologi smart TV, memiliki konsumsi daya antara 80 hingga 400 watt. Jika digunakan dalam durasi panjang setiap hari, akumulasi energinya menjadi cukup besar.

Pemanas air listrik termasuk perangkat dengan daya tinggi, umumnya di atas 1.000 watt. Penggunaan rutin, terutama di pagi dan malam hari, berkontribusi besar terhadap peningkatan tagihan listrik.

Penggunaan peralatan rumah tangga sebenarnya tidak dapat dihindari, namun dapat dikelola secara efisien. Pemilihan perangkat berteknologi hemat energi seperti inverter, pengaturan durasi penggunaan, serta kebiasaan mematikan perangkat saat tidak digunakan menjadi langkah rasional dalam menekan konsumsi listrik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....