Singapura Kembangkan Drone Canggih untuk Keamanan Publik

  • 28 Apr 2026 20:16 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Singapura terus memperkuat sistem keamanan publik dengan mengembangkan teknologi drone canggih yang akan dikerahkan di seluruh wilayah negara. Inovasi ini dirancang untuk membantu aparat dalam mengejar pelaku kejahatan, memantau kebakaran, serta melakukan patroli rutin secara lebih cepat dan efisien.

Drone tersebut akan dikendalikan dari jarak jauh dan ditempatkan dalam sistem “drone box” yang tersebar di berbagai titik strategis. Dengan sistem ini, drone dapat langsung terbang menuju lokasi kejadian tanpa harus menunggu petugas membawa perangkat secara manual, sehingga waktu respons dapat dipangkas secara signifikan.

Teknologi ini diperkenalkan dalam ajang Milipol TechX Summit 2026 yang berlangsung pada 28–30 April di Sands Expo and Convention Centre. Acara ini menjadi wadah bagi berbagai inovasi keamanan yang melibatkan kolaborasi lembaga pemerintah dan teknologi dari berbagai negara.

Dalam pengembangannya, drone berukuran besar dengan berat sekitar 40 kilogram dilengkapi tiga jenis kamera, pengeras suara, dan lampu sorot. Drone ini disimpan dalam kotak khusus seberat sekitar 4.000 kilogram yang juga memuat baterai cadangan dan perangkat tambahan, memungkinkan operasi berlangsung lebih lama. Selain itu, teknologi jaringan 5G memungkinkan seluruh drone dikendalikan dari satu pusat operasi tanpa perlu operator di banyak lokasi.

Sebagai pelengkap, dikembangkan pula drone berukuran kecil dengan berat di bawah 350 gram yang dapat terbang di ketinggian rendah, bahkan mendekati permukaan jalan. Drone ini dapat dipasang di tiang lampu atau dinding bangunan di area perkotaan, sehingga cocok untuk situasi seperti pelacakan pelaku kejahatan di ruang publik.

Selain teknologi udara, inovasi lain yang diperkenalkan adalah satelit keamanan berkode Xplorer yang direncanakan meluncur pada 2029. Satelit ini akan dilengkapi sensor untuk mendeteksi gas berbahaya serta memantau jalur akses darurat. Dengan dukungan kecerdasan buatan, satelit mampu menyaring data penting secara cepat untuk membantu pengambilan keputusan di lapangan.

Tak hanya itu, teknologi robotika juga menjadi sorotan melalui pengembangan robot humanoid bawah laut OceanOneK yang mampu menyelam hingga kedalaman satu kilometer. Robot ini dikendalikan dari jarak jauh dengan sistem haptic yang memungkinkan operator merasakan kondisi objek di bawah laut, sehingga dapat membantu proses penyelamatan atau pengambilan benda berharga dengan risiko lebih rendah.

Seluruh inovasi ini menunjukkan langkah maju Singapura dalam memanfaatkan teknologi mutakhir untuk meningkatkan keamanan publik. Integrasi drone, satelit, dan robotika diharapkan mampu mempercepat respons terhadap situasi darurat, meningkatkan efektivitas penegakan hukum, serta meminimalkan risiko bagi petugas di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....