Akademisi Soroti Risiko Keamanan Smart Transportation
- 19 Mar 2026 09:49 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Isu keamanan dalam pengembangan smart transportation menjadi sorotan dalam webinar nasional yang digelar Universitas STEKOM. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemateri, termasuk guru besar Universitas Internasional Batam, Andri Irfan Rifai.
Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa teknologi transportasi berbasis digital tidak lepas dari risiko keamanan. “Fakta yang ada kita sangat mudah sangat rentan ditembus ya keamanan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ancaman dapat muncul dari berbagai sisi, termasuk manipulasi data. “Kalau ada orang niat gak baik ya begitu, data manipulation,” katanya saat menjelaskan potensi serangan terhadap sistem berbasis GPS.
Menurutnya, risiko dari kegagalan sistem tidak hanya berdampak pada teknologi, tetapi juga keselamatan manusia. “Risiko dari sebuah kegagalan terhadap pengamanan data tentu punya banyak risiko ada risiko keuangan risiko keamanan dan bahkan risiko keselamatan sampai nyawa-nyawa,” tegasnya.
Ia juga menyoroti luasnya titik serangan pada perangkat IoT. “Attack surface ini meluas setiap perangkat IoT dari sektor lintas hingga kamera CCTV ini adalah titik masuk potensial bagi serangan cyber,” jelasnya.
Dalam konteks transportasi di Indonesia, ia mengangkat berbagai tantangan yang masih dihadapi. “Serangannya biasa terjadi di DOS di sistem TCS bisa menumpukan lalu lintas begitu saja,” ungkapnya.
Ia menilai bahwa persoalan keamanan tidak hanya berasal dari teknologi, tetapi juga faktor manusia. “Apakah ini masalah sistem atau masalah etika ya saya melihatnya dua-duanya juga menjadi masalah,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya prinsip keamanan berlapis dalam pengembangan sistem. “Security by design, zero trust sama defense in depth,” sebutnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat sistem digital. “Kolaborasinya university government sama industri harus beredar,” ujarnya.
Melalui forum ini, ia berharap pengembangan teknologi di Indonesia dapat berjalan seimbang antara inovasi dan keamanan. “Securitynya memang harus betul-betul dinyalakan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....