Singapura Kucurkan S$800 Juta untuk Dekarbonisasi dan Riset Semikonduktor

  • 02 Mar 2026 18:51 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah Singapura menyiapkan suntikan dana besar untuk mempercepat agenda hijau nasional. Dalam lima tahun ke depan, negara tersebut akan mengalokasikan S$800 juta guna menekan emisi karbon, sejalan dengan target penurunan emisi tahun 2035 serta komitmen mencapai nol emisi bersih pada 2050.

Langkah ini menandai eskalasi serius Singapura dalam mengatasi tantangan perubahan iklim, khususnya pada sektor-sektor dengan kontribusi emisi terbesar. Pemerintah menilai upaya transisi energi perlu dipercepat tanpa mengorbankan keandalan sistem kelistrikan nasional.

Dilansir dari CNA, dalam penyampaiannya di parlemen pada Senin, 2 Maret 2026, Menteri Penanggung Jawab Energi serta Sains dan Teknologi Singapura, Tan See Leng, menegaskan. “Melanjutkan berbagai upaya yang telah dilakukan, kami secara signifikan meningkatkan investasi pada solusi-solusi yang menjanjikan untuk menurunkan emisi di sektor ketenagalistrikan dan industri, sekaligus memastikan sistem kelistrikan yang andal dan tangguh,”.

Pendanaan tersebut menjadi bagian dari salah satu “grand challenges”, yakni program riset dan penerapan berskala besar yang dirancang untuk mendorong kepentingan strategis nasional dalam kerangka Research, Innovation and Enterprise 2030.

Data pemerintah menunjukkan bahwa aktivitas industri dan pembangkitan listrik menyumbang lebih dari 80 persen total emisi gas rumah kaca Singapura. Karena itu, Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Singapura mengarahkan investasi ini pada teknologi yang mampu memangkas emisi dari kedua sektor tersebut secara luas dan berkelanjutan.

Sejumlah solusi yang menjadi prioritas meliputi pemanfaatan energi surya, pengembangan hidrogen beserta turunannya, peningkatan efisiensi energi, teknologi penyimpanan daya, penangkapan serta pemanfaatan karbon, hingga pembaruan sistem jaringan listrik.

Skema pendanaan dirancang fleksibel, mencakup dukungan bagi riset dasar di laboratorium hingga pengujian lapangan untuk teknologi yang telah memasuki tahap pengembangan lanjut.

Selain itu, Dr Tan juga mengumumkan peluncuran program baru bertajuk Singapore Pilots for Energy and Enterprise Decarbonisation. Program ini ditujukan untuk memperkuat kegiatan riset, pengembangan, dan demonstrasi di dalam negeri, sekaligus membuka ruang masuknya investasi dari sektor swasta.

Melalui inisiatif tersebut, pemerintah akan mempertemukan pemilik fasilitas, investor, serta berbagai lembaga negara untuk bersama-sama menguji dan mengembangkan inovasi yang dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan secara komersial.

Tak hanya dekarbonisasi, Singapura juga menyiapkan tambahan dana S$800 juta untuk membentuk program unggulan RIE di sektor semikonduktor. Fokusnya diarahkan pada teknologi bernilai tinggi, seperti pengemasan canggih dan fotonik tingkat lanjut.

Menurut Dr Tan, program unggulan ini dirancang untuk menjembatani hasil riset agar dapat diwujudkan menjadi produk nyata, sekaligus mendorong peningkatan aktivitas riset, pengembangan, dan manufaktur berteknologi tinggi yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas di Singapura.

Industri semikonduktor saat ini menyumbang hampir 7 persen terhadap produk domestik bruto Singapura, di tengah permintaan global terhadap chip yang terus meningkat. Melalui program ini, Singapura menargetkan posisi strategis sebagai pusat penting riset dan pengembangan semikonduktor di tingkat global.

Sementara itu, Agency for Science, Technology and Research (A*STAR) menjelaskan bahwa program tersebut akan dijalankan dengan pendekatan terkoordinasi berbasis portofolio, guna menyatukan seluruh kegiatan riset dan pengembangan semikonduktor yang didanai publik dalam satu arah kebijakan strategis yang terpadu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....