Permintaan AI Meningkat, Harga SSD Terus Naik

  • 28 Feb 2026 16:16 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Harga solid state drive (SSD) di pasar global dilaporkan terus mengalami kenaikan sejak akhir 2025 dan berlanjut hingga awal 2026. Sejumlah analis industri memori menyebut lonjakan ini dipicu oleh tingginya permintaan chip NAND serta pergeseran prioritas produksi ke sektor pusat data dan kecerdasan buatan (AI).

Laporan lembaga riset pasar seperti TrendForce mencatat harga NAND flash—komponen utama SSD—mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa kuartal terakhir. Bahkan, pada segmen tertentu, kenaikan disebut mencapai puluhan persen akibat ketidakseimbangan pasokan dan permintaan.

Sejumlah produsen memori global, termasuk Samsung Electronics dan SK Hynix, dilaporkan menyesuaikan harga jual produk memori mereka. Penyesuaian ini dilakukan di tengah tingginya permintaan dari industri data center dan pengembangan server AI yang menyerap kapasitas produksi dalam jumlah besar.

Analis menilai lonjakan kebutuhan infrastruktur AI menjadi faktor dominan. Server AI dan komputasi awan memerlukan kapasitas penyimpanan berkecepatan tinggi dalam jumlah besar, sehingga produsen memprioritaskan suplai untuk segmen enterprise yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi dibanding pasar konsumen.

Selain itu, transisi ke teknologi NAND generasi terbaru juga turut memengaruhi struktur biaya produksi. Proses pengembangan dan peningkatan teknologi dinilai membutuhkan investasi besar, yang pada akhirnya berdampak pada harga jual produk akhir.

Lembaga riset teknologi global Gartner memperkirakan kenaikan biaya memori dapat berdampak pada harga perangkat elektronik seperti PC dan laptop sepanjang 2026. Konsumen diprediksi akan menghadapi harga perangkat yang lebih tinggi atau menunda pembelian akibat kenaikan komponen utama tersebut.

Di sisi lain, pengamat pasar menilai kondisi ini berpotensi bertahan hingga kapasitas produksi kembali seimbang dengan permintaan. Selama kebutuhan sektor AI dan pusat data masih tinggi, harga SSD diperkirakan belum akan kembali ke level sebelumnya dalam waktu dekat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....