Kompak, Komdigi dan Telkomsel Sebut Penerapan Rollover Bikin Tarif Internet Mahal

  • 26 Feb 2026 15:33 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Beberapa waktu belakangan permintaan agar kuota internet tetap berlaku mengikuti masa aktif kartu atau berlaku tanpa batas waktu mencuat ke publik usai sepasang suami istri menggugat kuota hangus di Mahkamah Konstitusi.

Namun Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara blak-blakan menyebut penerapan rollover atau kuota data yang bisa diakumulasikan berpotensi akan menaikkan tarif internet dan menimbulkan ketidakpastian hukum bagi operator atau penyelenggara komunikasi.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Wayan Toni Supriyanto dalam sidang lanjutan uji materi Undang-Undang Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi (MK) mengatakan rollover kuota internet berpotensi menimbulkan beban dan biaya tambahan bagi operator.

"Kewajiban rollover maupun refund secara umum berpotensi menimbulkan beban kapasitas dan biaya tambahan yang tidak terukur bagi penyelenggara komunikasi," Ucap Wayan.

Ditempat yang berbeda, VP Corporate Communications, Social & Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi menyebut bahwa sistem rollover justru berdampak pada biaya layanan yang semakin mahal. Telkomsel sendiri dikatakan Fahmi tetap menawarkan paket data yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan sehingga lebih hemat.

"Kenapa kita come up dengan beberapa paket? Sebenarnya kan kita sudah slicing ke kebutuhan pelanggan. Kalau saya butuhnya 3 GB seminggu, dia butuhnya 10 GB sehingga kita memberikan offering package-nya seperti itu," ucap Fahmi.

Fahmi berkeyakinan bahwa saat ini tarif layanan data di Indonesia tergolong paling rendah dibandingkan sejumlah negara lain yang telah menerapkan skema rollover penuh seperti Singapura yang memiliki internet dengan tarif tergolong mahal.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠"Kita adalah yang the lowest tarif sekarang di-compare dengan beberapa negara yang melakukan rollover. Kita juga punya sebenarnya, pernah (hadirkan) rollover," Tutup Fahmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....