MediaTek Akan Sesuaikan Harga Imbas AI

  • 04 Feb 2026 17:44 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Perusahaan desain chip terbesar Taiwan, MediaTek, memperingatkan adanya tekanan serius pada rantai pasok global akibat melonjaknya kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kondisi tersebut mendorong peningkatan biaya produksi, sehingga perusahaan menyatakan akan melakukan penyesuaian harga.


Dilansir dari CNA, Gelombang adopsi AI telah memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan teknologi Taiwan, termasuk MediaTek dan TSMC yang merupakan produsen chip kontrak terbesar di dunia. Keduanya mencatat pertumbuhan bisnis signifikan seiring meningkatnya permintaan pasar.

Dalam paparan kinerja keuangan kuartalan, Direktur Utama MediaTek Rick Tsai menyampaikan optimisme terhadap prospek perusahaan ke depan. Meski demikian, ia menekankan bahwa kendala rantai pasok menjadi tantangan utama yang perlu diantisipasi.

Tsai menjelaskan bahwa AI berperan sebagai pendorong utama ekspansi industri, namun lonjakan permintaan tersebut membuat rantai pasok global belum sepenuhnya siap memenuhi kebutuhan yang diproyeksikan pada 2026. Akibatnya, biaya di berbagai lini produksi dan distribusi ikut meningkat.

Sebagai respons, MediaTek berencana menyesuaikan struktur harga produknya agar sejalan dengan kenaikan biaya tersebut. Selain itu, perusahaan juga akan mengatur alokasi pasokan ke masing-masing produk dengan mempertimbangkan tingkat keuntungan secara menyeluruh.

MediaTek kembali menegaskan targetnya untuk meraup pendapatan hingga miliaran dolar AS dari chip akselerator AI berbasis ASIC pada 2027, sebagaimana telah disampaikan dalam laporan keuangan sebelumnya.

Menurut Tsai, nilai pasar potensial untuk chip ASIC pusat data kini diperkirakan berada di kisaran 50 hingga 70 miliar dolar AS, atau meningkat sekitar 20 miliar dolar AS dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Di sisi pengembangan produk, MediaTek menjalin kemitraan strategis dengan Nvidia dalam merancang chip GB10 Grace Blackwell Superchip yang digunakan pada DGX Spark, sebuah superkomputer AI personal yang diluncurkan tahun lalu.

Tsai menyebutkan, respons pasar terhadap DGX Spark terbilang sangat positif. Ia pun memperkirakan laju pertumbuhan pendapatan MediaTek akan semakin kuat hingga 2026.

Dari sisi kinerja keuangan, MediaTek membukukan pendapatan kuartal keempat sebesar 150,2 miliar dolar Taiwan, tumbuh 8,8 persen secara tahunan. Namun, laba bersih tercatat menurun 3,6 persen menjadi 23,1 miliar dolar Taiwan.

Sepanjang tahun berjalan, saham MediaTek telah menguat 26 persen, melampaui kenaikan indeks acuan yang hanya mencapai 11,5 persen. Saham perusahaan ditutup naik tipis 0,3 persen pada hari pengumuman laporan keuangan.

Sementara itu, TSMC sebelumnya melaporkan lonjakan laba kuartal keempat sebesar 35 persen hingga mencetak rekor tertinggi, melampaui ekspektasi pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....