Terusan Panama Kurangi Kapal Melintas Akibat El Nino
- 05 Sep 2026 15:21 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Dampak fenomena El Nino mulai mengganggu aktivitas pelayaran melalui Terusan Panama. Otoritas setempat memutuskan mengurangi jumlah kapal yang dapat menggunakan jalur penghubung Samudra Atlantik dan Pasifik tersebut.
Dilansir dari AFP, kebijakan itu mulai diterapkan pada Jumat, 4 September 2026 setelah persediaan air di kawasan kanal mengalami penurunan. Dua danau buatan yang selama ini menjadi sumber air bagi operasional Terusan Panama kini memiliki permukaan air yang terlalu rendah.
Pembatasan akan dilakukan secara bertahap. Dari sebelumnya sebanyak 36 kapal yang diperbolehkan melintas setiap hari, jumlah tersebut akan diturunkan menjadi 32 kapal per hari pada pertengahan September.
Kondisi ini menjadi perhatian karena Terusan Panama merupakan salah satu jalur strategis dalam perdagangan internasional. Sekitar lima persen aktivitas perdagangan maritim dunia melewati kanal tersebut.
Perannya juga sangat besar bagi Amerika Serikat. Sekitar 40 persen lalu lintas peti kemas negara tersebut memanfaatkan jalur Terusan Panama.
Kekeringan yang terjadi saat ini berkaitan dengan El Nino, fenomena iklim yang berkembang di Samudra Pasifik dan dapat memengaruhi pola angin, tekanan atmosfer serta distribusi hujan di berbagai kawasan dunia. Fenomena tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan temperatur global.
Pemerintah Panama bahkan telah menetapkan status darurat secara nasional untuk menghadapi dampak El Nino. Kekeringan juga mulai memberikan tekanan terhadap sejumlah negara lain di Amerika Tengah.
Honduras dan El Salvador turut mengambil langkah serupa dengan menetapkan status darurat akibat kondisi kekeringan yang semakin parah. Sementara itu, El Nino tahun ini diperkirakan menjadi yang terkuat sejak pencatatan pembanding dilakukan sekitar 40 tahun terakhir.
Ancaman terhadap operasional kanal sebenarnya sudah diantisipasi melalui sejumlah kebijakan konservasi air. Salah satu langkah yang diterapkan adalah membatasi kedalaman maksimum kapal di dalam air, terutama bagi kapal-kapal berukuran besar.
Pengurangan jumlah kapal juga bukan kali pertama terjadi akibat persoalan air. Pada 2023, ketika El Nino sebelumnya memberikan tekanan terhadap kawasan tersebut, otoritas kanal bahkan sempat membatasi lalu lintas hingga hanya 22 kapal per hari.
Dengan kondisi El Nino yang diperkirakan masih berkembang dan belum mencapai puncaknya, keberlanjutan operasional Terusan Panama kini bergantung pada ketersediaan air yang menjadi kebutuhan utama sistem kanal tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....