Palang Merah Singapura Galang Rp12 Miliar untuk Korban Banjir Nepal
- 31 Agt 2026 08:32 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Palang Merah Singapura atau Singapore Red Cross berhasil menghimpun sekitar 1 juta dolar Singapura atau sekitar Rp12 miliar dalam waktu tiga hari untuk membantu korban bencana banjir di kawasan perbatasan Nepal dan China. Penggalangan dana yang dimulai pada 28 Agustus 2026 tersebut telah mencapai target pada 30 Agustus, di tengah kondisi bencana yang masih membutuhkan penanganan kemanusiaan.
Dana tersebut akan melengkapi komitmen awal Singapore Red Cross sebesar 50.000 dolar Singapura. Bantuan kemanusiaan nantinya digunakan untuk menyediakan air minum serta kebutuhan darurat, termasuk terpal, selimut, alas tidur, perlengkapan pertolongan pertama, dan kantong jenazah bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Selain bantuan material, Singapore Red Cross juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis para korban dan keluarga yang terdampak. Pada 30 Agustus, organisasi tersebut menempatkan relawan di Red Cross House untuk menyediakan layanan psychological first aid atau pertolongan pertama psikologis, khususnya bagi orang-orang yang membutuhkan dukungan setelah kehilangan kontak dengan keluarga maupun kerabat di Nepal dan Tibet.
Kepala Centre for Psychosocial Resilience and Humanitarian Studies Singapore Red Cross Academy, Durga Naidu, mengatakan pihaknya menerima banyak panggilan dan pertanyaan dari masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, ruang aman sangat diperlukan karena banyak orang masih menghadapi ketidakpastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka akibat bencana yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan ribuan orang belum ditemukan.
Singapore Red Cross juga bekerja sama dengan Palang Merah di Nepal serta International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies untuk membantu menghubungkan kembali keluarga yang kehilangan kontak dengan kerabat mereka. Meski belum ada masyarakat yang datang ke sesi dukungan psikologis pada 30 Agustus, layanan tersebut akan terus dipantau dan dapat kembali dibuka apabila kebutuhan meningkat. Penggalangan dana sendiri akan berlangsung hingga 30 November 2026.
Bencana banjir bandang yang dipicu runtuhnya gletser di kawasan Himalaya pada 26 Agustus telah menimbulkan dampak besar di sepanjang perbatasan Nepal-China. Hingga pagi 30 Agustus, jumlah korban meninggal dilaporkan mencapai 750 orang, sementara lebih dari 3.000 orang masih belum diketahui keberadaannya. Sembilan warga Singapura termasuk dalam daftar orang yang masih hilang, bersama warga dari sejumlah negara seperti India, Amerika Serikat, Ukraina, Malaysia, dan Australia.
Besarnya dukungan masyarakat Singapura menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana sekaligus memperkuat upaya kemanusiaan lintas negara. Selain bantuan logistik dan pencarian korban, dukungan psikososial menjadi bagian penting dalam proses pemulihan karena keluarga masih menghadapi kehilangan dan ketidakpastian. Singapore Red Cross menegaskan ruang dukungan akan tetap tersedia bagi mereka yang membutuhkan bantuan selama situasi darurat masih berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....