Parlemen Bangladesh Pilih Mirza Fakhrul Alamgir sebagai Presiden Baru

  • 21 Agt 2026 11:15 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Dilansir dari Reuters Parlemen Bangladesh memilih veteran Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), Mirza Fakhrul Islam Alamgir, sebagai presiden baru pada 20 Agustus 2026. Politikus senior berusia 78 tahun itu terpilih melalui pemungutan suara parlemen dan menjadi kepala negara setelah BNP kembali berkuasa dalam perubahan politik besar di Bangladesh.

Komisi Pemilihan Umum Bangladesh menetapkan Alamgir sebagai pemenang setelah memperoleh 255 suara, mengungguli Oli Ahmed yang mendapatkan 88 suara. Oli Ahmed merupakan pensiunan kolonel angkatan darat sekaligus Ketua Partai Liberal Demokrat, yang maju sebagai kandidat dari aliansi oposisi beranggotakan 11 partai yang dipimpin Jamaat-e-Islami.

Terpilihnya Alamgir berlangsung setelah BNP dan sekutunya menguasai dua pertiga kursi parlemen melalui kemenangan dalam pemilihan umum 12 Februari. Kemenangan tersebut mengembalikan BNP ke pemerintahan setelah bertahun-tahun berada di kubu oposisi dan mengantarkan Tarique Rahman ke posisi perdana menteri Bangladesh.

Secara konstitusional, jabatan presiden Bangladesh lebih banyak bersifat seremonial. Namun, Alamgir tetap memiliki posisi penting sebagai kepala negara sekaligus panglima tertinggi angkatan bersenjata. Sementara itu, kewenangan eksekutif berada di tangan perdana menteri dan kabinet dalam menjalankan pemerintahan sehari-hari.

Alamgir menggantikan Mohammed Shahabuddin yang mengundurkan diri pada Juli 2026 dengan alasan kesehatan sebelum menyelesaikan masa jabatan lima tahunnya. Shahabuddin merupakan tokoh yang sebelumnya memiliki kedekatan dengan pemerintahan Sheikh Hasina dan terpilih sebagai presiden pada 2023 ketika Partai Liga Awami masih memegang kendali pemerintahan.

Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perubahan politik Bangladesh setelah pemerintahan Sheikh Hasina jatuh akibat gelombang demonstrasi massal pada Agustus 2024. Hasina kemudian meninggalkan Bangladesh dan tinggal di India. Perubahan politik itu membuka jalan bagi BNP untuk kembali memperoleh kekuasaan setelah lama menjadi kekuatan oposisi.

Alamgir merupakan salah satu tokoh senior BNP yang telah lama berada di garis depan politik oposisi. Ia menjabat sekretaris jenderal BNP sejak 2016 hingga dicalonkan sebagai presiden. Sebelum terjun penuh ke dunia politik, Alamgir mengawali karier sebagai pengajar setelah menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Dhaka. Ia kemudian bergabung dengan BNP pada awal 1990-an dan meniti karier hingga menduduki sejumlah jabatan pemerintahan. Alamgir dijadwalkan mengucapkan sumpah jabatan sebagai presiden pada 21 Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....