RTS Link JB-Singapura Masuk Tahap Uji Akhir, Tarif Segera Diumumkan

  • 19 Agt 2026 12:16 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Proyek Johor Bahru-Singapore Rapid Transit System (RTS) Link memasuki tahap penting menjelang pengoperasian layanan penumpang. Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengatakan seluruh stasiun dan infrastruktur perkeretaapian di sisi Malaysia telah selesai, sementara sistem yang menghubungkan Malaysia dan Singapura kini menjalani tahap akhir pengujian integrasi. Layanan penumpang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Kepastian tarif dan tanggal resmi pembukaan layanan masih menunggu keputusan bersama pemerintah Malaysia dan Singapura. Loke mengatakan pembahasan mengenai tarif berlangsung positif dan kedua negara akan mengumumkan tarif serta tanggal operasional secara bersamaan setelah seluruh pembahasan difinalisasi. Sebelumnya, estimasi tarif sekali perjalanan sempat disebut berada di kisaran 5 hingga 7 dolar Singapura, tetapi angka tersebut belum menjadi tarif resmi.

RTS Link memiliki panjang sekitar 4 kilometer dan menghubungkan Stasiun Bukit Chagar di Johor Bahru dengan Stasiun Woodlands North di Singapura. Perjalanan kereta diperkirakan hanya membutuhkan sekitar lima hingga enam menit. Sistem ini dirancang dengan kapasitas hingga 10.000 penumpang per jam untuk setiap arah dan diproyeksikan melayani sekitar 40.000 penumpang per hari ketika mulai beroperasi.

Dalam uji coba yang berlangsung pada 18 Agustus, sejumlah awak media berkesempatan menaiki kereta RTS Link dari Bukit Chagar menuju Woodlands North dan kembali. Setiap perjalanan berlangsung sekitar enam hingga delapan menit. Kereta terdiri atas empat gerbong dengan tempat duduk di sepanjang sisi jendela serta ruang bagi penumpang yang berdiri, dengan konsep yang menyerupai kereta MRT Singapura.

Salah satu keunggulan RTS Link terletak pada sistem pemeriksaan imigrasi yang terintegrasi. Di fasilitas Immigration, Customs and Quarantine (ICQ) Bukit Chagar, tersedia 100 gerbang elektronik yang memungkinkan penumpang menggunakan kode QR atau pemindaian paspor. Sistem tersebut diharapkan mempercepat proses pemeriksaan hingga hanya membutuhkan waktu beberapa detik dalam kondisi normal. Penumpang juga akan menjalani pemeriksaan imigrasi Singapura melalui jalur pintar sebelum berangkat menuju Singapura.

Pemerintah Malaysia juga menyiapkan konektivitas lanjutan agar RTS Link tidak berdiri sendiri. Jembatan penghubung dari Stasiun Bukit Chagar menuju JB Sentral dan sejumlah pusat perbelanjaan di sekitarnya telah selesai. Selain itu, Malaysia berencana menambah 200 bus untuk melayani kawasan permukiman di sekitar Johor Bahru setelah RTS Link beroperasi. Pemerintah juga akan membangun jembatan senilai RM60 juta yang menghubungkan akses RTS Link secara langsung dengan layanan Keretapi Tanah Melayu (KTM), dengan waktu pembangunan diperkirakan sekitar 12 bulan.

Kehadiran RTS Link diharapkan menjadi alternatif transportasi utama bagi perjalanan lintas batas Malaysia-Singapura sekaligus membantu mengurangi kepadatan di kawasan Causeway. Dengan waktu tempuh yang singkat, kapasitas besar, pemeriksaan imigrasi terintegrasi, serta koneksi menuju jaringan transportasi lain, proyek bilateral ini diproyeksikan memperkuat mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi Johor Bahru-Singapura.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....