Hujan Habagat Ganggu Sekolah, 8,4 Juta Pelajar Filipina Terdampak
- 16 Agt 2026 16:31 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Dilansir dari media Filipina Hujan deras akibat penguatan angin muson barat daya atau Habagat mengganggu kegiatan belajar mengajar di berbagai wilayah Filipina. Hingga 13 Agustus 2026, lebih dari 8,4 juta pelajar di delapan wilayah terdampak penghentian sementara pembelajaran tatap muka akibat cuaca buruk yang melanda Luzon dan sebagian wilayah Visayas.
Departemen Pendidikan Filipina (DepEd) dalam laporan situasi per 13 Agustus mencatat, cuaca buruk telah berdampak terhadap 12.477 sekolah negeri yang tersebar di 73 divisi pendidikan. Kondisi tersebut melibatkan sekitar 8.421.045 pelajar dan 365.308 personel pendidikan. Gangguan berkepanjangan juga menyebabkan ribuan ruang kelas mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.
Hasil penilaian cepat DepEd menunjukkan sebanyak 7.077 ruang kelas mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 4.259 ruang kelas mengalami kerusakan ringan, 1.423 mengalami kerusakan berat, dan 1.395 ruang kelas dinyatakan rusak total. Sebanyak 1.244 sekolah juga telah mengajukan permintaan bantuan untuk memenuhi kebutuhan akibat kerusakan yang ditimbulkan cuaca ekstrem.
DepEd memperkirakan kebutuhan untuk penanganan dan pemulihan sementara mencapai 243,98 juta peso atau sekitar 5,08 juta dolar Singapura. Anggaran tersebut mencakup 35,29 juta peso untuk kegiatan pembersihan di 1.244 sekolah serta 208,69 juta peso untuk perbaikan ringan terhadap 4.259 ruang kelas. Kerusakan juga tercatat pada 16.981 bahan pembelajaran, 579 perangkat teknologi informasi, dan 11.151 kursi.
Selain terdampak kerusakan, sejumlah sekolah juga harus menjalankan fungsi tambahan sebagai tempat evakuasi bagi warga. Sebanyak 230 sekolah telah membuka 837 ruang kelas untuk menampung 6.840 keluarga yang harus meninggalkan tempat tinggal mereka akibat kondisi cuaca. Situasi tersebut menunjukkan besarnya dampak bencana hidrometeorologi terhadap sektor pendidikan dan kehidupan masyarakat.
Badan meteorologi Filipina, PAGASA, menyatakan Habagat masih memengaruhi Luzon dan bagian barat Visayas. Pada 14 Agustus, Zambales dan Bataan diperkirakan mengalami hujan sesekali, sementara Metro Manila, Ilocos, Cordillera, Cagayan Valley, Calabarzon, Mimaropa, sebagian Central Luzon, dan Antique berpotensi mengalami hujan tersebar disertai badai petir. PAGASA juga mengingatkan bahwa hujan sedang hingga lebat dapat memicu banjir bandang dan longsor.
Pemerintah Filipina melalui DepEd terus memantau kondisi sekolah terdampak sambil memprioritaskan keselamatan pelajar dan tenaga pendidikan. PAGASA juga menyebut Habagat masih berpotensi membawa hujan hingga beberapa hari ke depan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat upaya pemulihan fasilitas pendidikan dan keberlanjutan proses belajar menjadi tantangan penting di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....