Topan Dolphin Hantam China, Lebih dari 1 Juta Warga Dievakuasi

  • 11 Agt 2026 11:05 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Topan Dolphin menerjang pesisir timur China pada Minggu 9 Agustus 2026, membawa hujan deras dan angin kencang serta memicu peringatan banjir dan tanah longsor. Badai ini mendarat di sekitar Yuhuan, Provinsi Zhejiang, sekitar pukul 17.30 waktu setempat dengan kecepatan angin maksimum mencapai 151 kilometer per jam. Dolphin tercatat sebagai siklon tropis terkuat yang melanda China sepanjang 2026.

Dampak badai menyebabkan lebih dari satu juta orang dievakuasi dari wilayah yang berpotensi terdampak. Di Shanghai, sedikitnya 30.300 warga dipindahkan ke tempat aman dan sekitar 1.500 penerbangan dibatalkan. Sementara itu, Kota Wenzhou di Zhejiang mengevakuasi lebih dari 900.000 penduduk dan menyiapkan lebih dari 1.000 tempat perlindungan darurat untuk menghadapi ancaman cuaca ekstrem.

Sebelum mencapai daratan China, Dolphin juga melintasi wilayah Okinawa, Jepang bagian selatan. Badai tersebut menyebabkan sedikitnya enam orang mengalami luka dan mengganggu pasokan listrik ke lebih dari 50.000 bangunan. Pergerakan badai dari Jepang menuju China membuat otoritas di sejumlah wilayah meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk mengamankan pekerja lepas pantai dan memerintahkan kapal-kapal kembali ke pelabuhan.

Hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan berlangsung hingga 10 Agustus di sejumlah wilayah, termasuk Zhejiang, Shanghai, Fujian bagian utara, Jiangxi bagian timur laut, Anhui bagian tengah dan selatan, serta sebagian besar Jiangsu. Beberapa wilayah di Zhejiang bahkan diperkirakan menerima curah hujan antara 250 hingga 500 milimeter, sehingga risiko banjir dan longsor meningkat, terutama di kawasan pegunungan dan daerah yang berada di sekitar sungai kecil.

Gangguan transportasi juga meluas akibat kondisi cuaca. Di Fujian, sebanyak 55 rute feri penumpang pesisir dihentikan sementara, sementara seluruh 115 proyek konstruksi lepas pantai dihentikan dan 290 kapal konstruksi dipindahkan menuju perairan yang lebih terlindungi. Di Pelabuhan Yangshan, Shanghai, kapal-kapal dipindahkan dari dermaga dan lebih dari 500 kapal berukuran kecil serta menengah diarahkan menuju tempat perlindungan.

Otoritas China juga memperketat pemantauan terhadap waduk, aliran sungai pegunungan, kawasan rawan longsor, lokasi konstruksi, serta destinasi wisata. Kementerian Sumber Daya Air memperingatkan potensi kenaikan debit di sejumlah sungai besar, termasuk Qiantang, Yong, Jiao, dan Shuiyang. Setelah mendarat, Dolphin diperkirakan bergerak ke arah barat sebelum melambat di wilayah China bagian tengah dan barat daya, tetapi kondisi tersebut justru dapat memperpanjang periode hujan lebat.

Ancaman Topan Dolphin kembali menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem di kawasan Asia Timur. Para ilmuwan menilai perubahan iklim akibat pemanasan global dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem, termasuk siklon tropis yang lebih kuat. Pemerintah daerah di wilayah terdampak kini terus melakukan pemantauan, evakuasi, dan pengamanan infrastruktur untuk mengurangi risiko korban serta kerugian akibat badai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....