Federasi Sepak Bola Korea Digeledah, Penunjukan Hong Myung-bo Diselidiki
- 06 Agt 2026 23:55 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kepolisian Korea Selatan melakukan penggeledahan di kantor Federasi Sepak Bola Korea (KFA) pada Kamis, 6 Agustus 2026 waktu setempat. Langkah tersebut merupakan bagian dari penyidikan atas dugaan penyimpangan dalam proses penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih tim nasional.
Menurut keterangan juru bicara kepolisian kepada AFP, penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang bukti untuk menelusuri dugaan pelanggaran berupa penghambatan proses administrasi atau bisnis yang berkaitan dengan perekrutan Hong.
Nama Hong kembali menjadi sorotan setelah ia memilih mengundurkan diri pada Juni lalu. Keputusan itu diambil tidak lama setelah Korea Selatan gagal melewati fase grup Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Harapan tim pupus usai kalah tipis 0-1 dari Afrika Selatan pada laga penentuan.
Kontroversi mengenai proses pengangkatan Hong sebenarnya sudah muncul sejak ia ditunjuk sebagai pelatih pada 2024. Namun, kritik terhadap federasi semakin tajam setelah skuad berjuluk Taeguk Warriors gagal mencapai babak 32 besar.
Penyidik dari unit kejahatan ekonomi Kepolisian Seoul kini mendalami kemungkinan adanya pelanggaran prosedur dalam proses rekrutmen pelatih tersebut. Mereka juga menelusuri apakah terdapat tindakan yang menghambat mekanisme pengambilan keputusan sesuai aturan yang berlaku.
Sejumlah media di Korea Selatan melaporkan bahwa fokus penyelidikan mengarah pada dugaan keterlibatan pejabat tinggi KFA yang diduga memberikan intervensi dalam proses pemilihan pelatih, sehingga dianggap tidak berjalan sesuai regulasi internal federasi.
Kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia menjadi pukulan besar karena sebelumnya tim ini diprediksi mampu berbicara banyak. Publik menaruh harapan tinggi kepada skuad yang dihuni pemain-pemain ternama seperti Son Heung-min, Kim Min-jae, dan Lee Kang-in, yang selama ini tampil di kompetisi elite Eropa.
Pada akhir Juli, Hong memenuhi panggilan komisi parlemen untuk memberikan penjelasan mengenai performa tim nasional. Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan bertanggung jawab penuh atas hasil yang diperoleh Korea Selatan di Piala Dunia.
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, ikut menanggapi kegagalan tersebut. Ia menilai hasil buruk tim nasional tidak lepas dari penempatan orang-orang yang tidak kompeten di posisi strategis. Presiden juga menyinggung adanya praktik loyalitas kelompok dan kepentingan internal yang diduga memengaruhi proses pengisian jabatan penting di lingkungan sepak bola nasional.
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Korea belum memberikan pernyataan resmi terkait penyelidikan yang sedang berlangsung ketika dimintai tanggapan oleh AFP.
Salah satu keputusan Hong yang paling banyak menuai kritik adalah mencadangkan Son Heung-min sepanjang babak pertama saat menghadapi Afrika Selatan. Keputusan tersebut dinilai banyak pihak turut memengaruhi kegagalan Korea Selatan mempertahankan peluang lolos ke fase gugur.
Kekecewaan publik terlihat jelas ketika rombongan tim nasional tiba kembali di Korea Selatan pada Juni lalu. Hong disambut dengan sorakan penolakan dan teriakan "Hong out!", sedangkan para pemain yang berjalan di belakangnya justru menerima sambutan hangat dari para pendukung.
Hong mengaku masih berusaha mencari penyebab utama mengapa tim yang diprediksi mampu melangkah jauh justru gagal memenuhi ekspektasi.
Selain membahas performa tim, sidang parlemen bulan lalu juga menyinggung isu besaran gaji Hong. Beredar laporan yang menyebut ia menerima bayaran mencapai 3,8 miliar won atau sekitar 2,6 juta dolar Amerika Serikat, angka yang disebut termasuk salah satu yang tertinggi untuk pelatih tim nasional.
Hong membantah nominal tersebut, tetapi tidak bersedia mengungkapkan jumlah gaji yang sebenarnya diterimanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....