Gangguan Pipa Pemadam Hambat Penanganan Kebakaran Maut di Clementi

  • 03 Agt 2026 14:49 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Penyelidikan masih dilakukan menyusul kebakaran yang menewaskan seorang penghuni di sebuah flat kawasan Clementi, Singapura, setelah sistem dry rising main mengalami gangguan saat proses pemadaman berlangsung.

Dilansir dari CNA, Singapore Civil Defence Force (SCDF) menjelaskan bahwa ketika petugas tiba di Blok 309 Clementi Avenue 4 pada Jumat malam, mereka mendapati pipa tegak kering yang seharusnya menyalurkan air ke lantai atas tidak berfungsi secara normal. Kondisi tersebut menyebabkan tekanan air melemah sehingga suplai air ke lantai delapan tidak dapat tersalurkan dengan optimal.

Dry rising main merupakan instalasi pipa vertikal yang tersedia di gedung bertingkat untuk menyalurkan air dari mobil pemadam ke lantai atas selama operasi penanggulangan kebakaran.

Menghadapi situasi tersebut, tim pemadam langsung menerapkan prosedur alternatif dengan membentangkan selang dari mobil pemadam di lantai dasar menuju lantai delapan melalui akses tangga. Menurut SCDF, langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur darurat yang rutin dipraktikkan dalam latihan penanganan kebakaran.

Peristiwa kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 23.10 waktu setempat itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Korban sebelumnya sempat dievakuasi dari area dapur dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.

Selain korban jiwa, dua personel SCDF mengalami luka bakar saat menjalankan tugas. Salah seorang petugas telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan, sementara proses penyelidikan atas insiden tersebut masih terus berlangsung.

Di sisi lain, Holland-Bukit Panjang Town Council menyatakan sistem dry rising main di blok tersebut terakhir diperiksa pada 14 Maret dan saat itu dinyatakan dalam kondisi layak berfungsi. Pihak pengelola menjelaskan bahwa fasilitas tersebut mendapatkan perawatan setiap enam bulan sekali serta menjalani uji tekanan setiap tahun.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan penurunan tekanan air diduga dipicu oleh sambungan pengunci pada salah satu bagian pipa yang terlepas selama proses pemadaman berlangsung.

"Kami berkomitmen mencari tahu bagaimana dan mengapa hal ini bisa terjadi," ujar pihak dewan kota.

Town Council menambahkan sambungan yang bermasalah telah diperbaiki. SCDF juga sudah melakukan pengujian ulang terhadap sistem pada 2 Agustus, sementara inspeksi tambahan akan dilakukan pada blok-blok lain yang berada di bawah pengelolaannya guna memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Insiden ini mengingatkan pada kebakaran di Toa Payoh pada Juli 2025. Saat itu, kerusakan pada sistem dry rising main yang diduga dipicu kebocoran pipa bawah tanah membuat petugas harus membentangkan selang hingga lantai 10 untuk memperoleh pasokan air dalam upaya memadamkan api.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....