Singapura Luncurkan Kapal Tempur Canggih Kedua Perkuat Keamanan Laut

  • 24 Jul 2026 04:51 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Angkatan Laut Republik Singapura (Republic of Singapore Navy/RSN) kembali memperkuat armadanya dengan meluncurkan kapal tempur multiguna (Multi-Role Combat Vessel/MRCV) kedua, Valour, di Benoi Shipyard, Kamis 23 Juli 2026. Peluncuran ini dilakukan hanya sembilan bulan setelah kapal pertama, Victory, diluncurkan pada Oktober 2025. Kehadiran Valour menjadi bagian dari program modernisasi pertahanan maritim Singapura untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di kawasan.

Chief Executive ST Engineering, Vincent Chong, mengatakan pembangunan Valour berlangsung lebih cepat berkat pengalaman yang diperoleh saat membangun kapal pertama. Menurutnya, berbagai pembelajaran dari proyek Victory berhasil diterapkan sehingga proses pembangunan dan peluncuran Valour dapat diselesaikan tiga bulan lebih cepat. Hal ini menunjukkan peningkatan efisiensi industri pertahanan dalam negeri Singapura yang terus berkembang.

Valour dan Victory merupakan bagian dari kelas kapal perang terbaru RSN yang dirancang dengan konsep modular dan fleksibel. Kapal-kapal ini mampu diintegrasikan dengan berbagai sistem nirawak, baik di udara, permukaan laut, maupun bawah laut, sehingga dapat menjalankan beragam misi, mulai dari patroli maritim, peperangan antikapal selam, operasi keamanan laut, hingga bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Armada baru ini akan menggantikan kapal rudal kelas Victory yang telah lama menjadi tulang punggung pertahanan laut Singapura, dengan pengiriman dilakukan secara bertahap mulai 2028.

Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura sekaligus Menteri Dalam Negeri, K. Shanmugam, menegaskan bahwa pembangunan kekuatan angkatan laut merupakan kebutuhan strategis di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dunia. Ia menyinggung tekanan terhadap jalur perdagangan internasional, termasuk situasi di Selat Hormuz yang sempat terganggu akibat konflik di Timur Tengah. Menurutnya, menjaga jalur pelayaran tetap aman dan terbuka merupakan kepentingan vital bagi Singapura yang sangat bergantung pada perdagangan global.

Kapal MRCV dirancang memiliki daya jelajah sekitar 7.000 mil laut dengan kemampuan beroperasi lebih dari 21 hari tanpa harus kembali ke pangkalan. Jangkauan tersebut memberikan fleksibilitas bagi RSN untuk menjalankan operasi jarak jauh, pengamanan jalur perdagangan internasional, maupun misi kerja sama keamanan regional. Pemerintah Singapura juga mengungkapkan bahwa pembangunan kapal ketiga dan keempat dalam kelas yang sama telah dimulai melalui pemotongan baja beberapa bulan lalu.

Seluruh kapal MRCV dibangun di Singapura oleh ST Engineering, mencerminkan kemampuan industri pertahanan nasional dalam merancang, memproduksi, hingga memelihara kapal perang berteknologi tinggi. Tim dari Defence Science and Technology Agency (DSTA) menjelaskan bahwa tantangan terbesar proyek ini adalah mengintegrasikan berbagai sistem tempur, modul misi, kebutuhan daya listrik, serta sistem pendingin agar seluruh teknologi dapat beroperasi secara optimal dalam satu platform tempur modern.

Komandan pertama Valour, Letnan Kolonel Timothy Low, menyatakan bahwa fokus utamanya adalah membangun semangat kepeloporan dan kekompakan awak kapal dalam menghadapi tantangan operasi masa depan. Modernisasi armada RSN ini juga mencerminkan tren peningkatan kemampuan maritim di kawasan Asia-Pasifik, di mana berbagai negara terus memperkuat kekuatan laut mereka untuk menjaga keamanan jalur perdagangan, meningkatkan kemampuan pertahanan, serta memperkuat kerja sama keamanan regional di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....