El Nino Picu Awal Musim Monsun India Melemah

  • 19 Jun 2026 09:24 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Dilansir dari Bloomberg Musim monsun di India tahun 2026 mengalami awal yang jauh lebih lemah dibandingkan kondisi normal. Data terbaru menunjukkan curah hujan nasional hingga 17 Juni tercatat hampir 40 persen di bawah rata-rata, memunculkan kekhawatiran terhadap sektor pertanian, energi, dan aktivitas ekonomi di negara tersebut. Kondisi ini dikaitkan dengan menguatnya fenomena iklim El Nino yang mulai memengaruhi pola cuaca global.

Monsun barat daya yang berlangsung dari Juni hingga September merupakan sumber utama curah hujan tahunan India. Hujan musiman ini sangat penting bagi jutaan petani yang mengandalkan pasokan air untuk menanam padi, kedelai, kapas, tebu, dan berbagai komoditas pangan lainnya. Ketika curah hujan berada jauh di bawah normal, produktivitas pertanian berisiko menurun dan dapat memengaruhi pasokan pangan nasional.

Para ahli meteorologi memperkirakan kondisi kering masih akan berlanjut sepanjang Juli dan Agustus, terutama di wilayah barat laut dan India bagian tengah. Meskipun diperkirakan terjadi sedikit peningkatan hujan dalam beberapa hari mendatang berkat angin lembap dari barat daya, para peneliti menilai peningkatan tersebut belum cukup untuk menutup defisit curah hujan yang sudah terjadi sejak awal musim.

Dampak kekeringan mulai dirasakan oleh para petani yang saat ini memasuki masa tanam terbesar tahun 2026. Beberapa wilayah penghasil kedelai dan kacang tanah telah menerima peringatan cuaca kering yang berpotensi menghambat proses penanaman. Jika hujan tidak segera meningkat, musim tanam dapat menjadi lebih pendek dan berdampak pada hasil panen akhir tahun.

Selain sektor pertanian, kondisi monsun yang lemah juga mulai memengaruhi aktivitas industri dan pembangunan. Di Kota Mumbai, otoritas pengelola air bahkan menghentikan sementara pasokan air untuk lokasi konstruksi. Langkah tersebut merupakan yang pertama dilakukan dalam 12 tahun terakhir sebagai upaya menghemat cadangan air di tengah menurunnya pasokan akibat curah hujan yang rendah.

India merupakan salah satu produsen terbesar beras, gula, dan kapas di dunia. Oleh karena itu, setiap gangguan pada musim monsun dapat berdampak tidak hanya pada ekonomi domestik tetapi juga pasar global. Jika hasil panen menurun drastis, pemerintah India berpotensi menerapkan pembatasan ekspor komoditas tertentu guna menjaga ketersediaan pasokan dalam negeri dan mengendalikan harga pangan.

Meski demikian, Badan Meteorologi India memperkirakan monsun masih akan bergerak ke sejumlah wilayah seperti Telangana, Odisha, Jharkhand, Bihar, Chhattisgarh, Maharashtra, Gujarat, Madhya Pradesh, dan Uttar Pradesh dalam beberapa pekan ke depan. Namun, dengan pengaruh El Nino yang diprediksi menjadi salah satu yang terkuat dalam beberapa dekade terakhir, para pengamat cuaca mengingatkan bahwa India masih menghadapi risiko musim monsun terlemah dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir, sehingga kewaspadaan terhadap dampak ekonomi dan sosial perlu terus ditingkatkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....