Thaksin Shinawatra Resmi Bebas Setelah Pengampunan Kerajaan Thailand
- 10 Jun 2026 11:22 WIB
- Batam
RRI.CO.ID,Batam - Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, resmi menyelesaikan seluruh tahapan pembebasannya setelah gelang pemantau elektronik (electronic monitoring/EM) yang dikenakannya dilepas pada 9 Juni 2026. Langkah tersebut menandai berakhirnya pengawasan masa percobaan yang dijalani Thaksin sebagai bagian dari pelaksanaan pengampunan kerajaan yang diberikan pemerintah Thailand.
Proses pelepasan alat pemantau elektronik dilakukan setelah otoritas terkait menyelesaikan verifikasi daftar penerima pengampunan kerajaan sesuai ketentuan dalam Dekret Kerajaan tentang Pemberian Pengampunan. Kementerian Kehakiman Thailand menjelaskan bahwa komite khusus yang terdiri dari tiga pihak melakukan peninjauan dan pemeriksaan terhadap seluruh nama yang memenuhi syarat untuk memperoleh pengampunan di seluruh negeri.
Dalam proses tersebut, Thaksin Shinawatra termasuk dalam daftar penerima pengampunan yang diverifikasi oleh Pengadilan Kriminal Thon Buri. Setelah proses pengecekan administrasi selesai, Kantor Pembimbing Kemasyarakatan Bangkok 1 memberikan persetujuan untuk pelepasan gelang pemantau elektronik sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Sebelumnya, Thaksin masih berada di bawah pengawasan masa percobaan setelah memperoleh pembebasan bersyarat. Ia termasuk dalam kelompok narapidana yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pengampunan umum pada Mei 2026 karena memiliki sisa masa hukuman kurang dari satu tahun. Dengan keputusan terbaru tersebut, kewajiban pengawasan yang semula dijadwalkan berakhir pada September 2026 kini resmi dihentikan lebih awal.
Menteri Kehakiman Thailand, Rutthapol Naowarat, sebelumnya menyatakan bahwa Thaksin memenuhi seluruh persyaratan yang tercantum dalam dekret pengampunan kerajaan yang dipublikasikan melalui lembaran resmi kerajaan pada 2 Juni 2026. Kebijakan tersebut secara otomatis menghapus kewajiban masa percobaan yang masih tersisa.
Perkembangan ini menjadi sorotan publik Thailand mengingat Thaksin merupakan salah satu tokoh politik paling berpengaruh dalam sejarah modern negara tersebut. Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan di luar negeri akibat berbagai persoalan hukum dan politik, ia kembali ke Thailand pada 2023 dan menjalani proses hukum yang menjadi perhatian luas masyarakat domestik maupun internasional.
Laporan media lokal juga menyebutkan bahwa setelah seluruh proses pembebasan selesai, Thaksin dijadwalkan melakukan perjalanan ke Dubai pada 12 Juni 2026. Meski tidak lagi memegang jabatan resmi pemerintahan, pergerakan dan aktivitas politik Thaksin tetap menjadi perhatian karena pengaruhnya yang masih kuat dalam dinamika politik Thailand. Banyak pengamat menilai berakhirnya masa pengawasan ini dapat membuka babak baru dalam perjalanan politik tokoh yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand pada periode 2001 hingga 2006 tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....