Ribuan Umat Buddha Ikuti Ritual “Tiga Langkah Satu Sujud” di Singapura
- 01 Jun 2026 12:16 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Lebih dari 7.000 umat Buddha mengikuti ritual “tiga langkah satu sujud” di Kong Meng San Phor Kark See Monastery menjelang perayaan Hari Waisak di Singapura. The Straits Times melaporkan ritual tersebut berlangsung sejak sore hingga pagi hari dan dipimpin langsung para biksu yang mengenakan jubah saffron.
Dalam ritual itu, para peserta berjalan mengelilingi area vihara sambil melakukan sujud setiap tiga langkah. Prosesi berlangsung di jalur yang melewati beberapa titik penting kompleks vihara, termasuk area pagoda dan kolam naga. Suasana doa, lonceng upacara, dan lantunan mantra terdengar sepanjang kegiatan berlangsung.
Tradisi tersebut dikenal sebagai salah satu praktik spiritual penting dalam perayaan Waisak. Umat Buddha percaya ritual itu menjadi bentuk latihan kesabaran, pemurnian diri, dan refleksi spiritual untuk menebus kesalahan masa lalu.
The Straits Times menyebut medan ritual cukup berat karena jalur yang dilalui memiliki tanjakan dan turunan curam. Meski demikian, ribuan peserta tetap mengikuti prosesi hingga selesai, termasuk lansia dan keluarga yang membawa anak-anak mereka.
“Saya memang merasa lelah, tetapi ini tentang ketekunan dan mengingat alasan kenapa kami melakukannya,” kata Ben Lee, salah satu peserta ritual, seperti dikutip The Straits Times.
Tahun ini, rute ritual dibuat lebih pendek dibanding tahun-tahun sebelumnya karena adanya proyek pembangunan di sekitar area vihara. Jika sebelumnya ritual bisa berlangsung hingga dua setengah jam, kali ini sebagian peserta dapat menyelesaikannya dalam waktu sekitar satu jam.
Peserta lain bernama Karal Chua yang baru pertama kali mengikuti ritual tersebut mengaku merasakan ketenangan setelah menyelesaikan prosesi. “Setelah berjalan seperti ini, hati saya terasa sangat bersih dan tenang,” ujar Karal Chua.
The Straits Times melaporkan ritual “tiga langkah satu sujud” pertama kali diperkenalkan di Singapura oleh Kong Meng San Phor Kark See Monastery pada 1984. Hingga kini, tradisi tersebut tetap menjadi salah satu kegiatan terbesar dalam perayaan Hari Waisak di Singapura dan selalu menarik ribuan peserta setiap tahunnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....