China Kirim Astronaut Hong Kong Menuju Stasiun Luar Angkasa

  • 25 Mei 2026 00:29 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - China kembali melanjutkan ambisi besar program antariksa nasional dengan meluncurkan misi berawak terbaru menuju stasiun luar angkasa Tiangong pada 24 Mei 2026. Dalam misi Shenzhou-23 tersebut, untuk pertama kalinya seorang astronot asal Hong Kong ikut bergabung sebagai bagian dari kru yang akan bertugas di orbit bumi.

Peluncuran dijadwalkan berlangsung dari Jiuquan Satellite Launch Centre di wilayah barat laut China menggunakan wahana Shenzhou-23. Tim kru terdiri dari Lai Ka-ying, Zhu Yangzhu, dan Zhang Zhiyuan. Kehadiran Lai Ka-ying menjadi tonggak sejarah baru karena ia disebut sebagai astronaut pertama asal Hong Kong yang berhasil lolos seleksi dan pelatihan ketat program luar angkasa China.

Misi ini akan dipimpin oleh Zhu Yangzhu yang sebelumnya pernah mengikuti misi Shenzhou-16 pada 2023. Para astronaut dijadwalkan menjalankan berbagai tugas ilmiah di stasiun luar angkasa Tiangong, termasuk eksperimen sains, aktivitas berjalan di luar wahana, hingga pemindahan logistik dan peralatan penelitian.

Selain menjalankan eksperimen rutin, salah satu astronaut dalam misi ini akan tinggal di orbit selama satu tahun penuh. Program tersebut menjadi langkah penting bagi China untuk mempelajari dampak penerbangan antariksa jangka panjang terhadap kesehatan fisik dan psikologis manusia. Data dari misi tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung persiapan eksplorasi luar angkasa yang lebih jauh, termasuk rencana pendaratan manusia di Bulan.

Stasiun luar angkasa Tiangong Space Station saat ini menjadi simbol utama kemajuan teknologi antariksa China. Program tersebut berkembang pesat berkat dukungan investasi besar pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. China juga telah mencatat berbagai pencapaian penting seperti mengirim rover ke Mars serta misi eksplorasi Bulan tanpa awak.

Di bawah kepemimpinan Xi Jinping, China terus mempercepat realisasi “space dream” atau mimpi antariksa nasional. Pemerintah China menargetkan pengiriman manusia ke Bulan sebelum tahun 2030 dan berencana membangun pangkalan permanen di permukaan Bulan sebagai bagian dari strategi eksplorasi jangka panjang.

Keberhasilan misi Shenzhou-23 nantinya diharapkan semakin memperkuat posisi China sebagai salah satu kekuatan utama di bidang antariksa dunia. Dengan pengembangan teknologi, pengalaman operasional, dan kolaborasi ilmiah yang terus meningkat, China dinilai semakin dekat mewujudkan ambisi eksplorasi luar angkasa berawak secara berkelanjutan hingga misi ke Bulan dan ruang angkasa dalam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....