Insiden di Rel Stasiun LRT Singapura Sempat Mengganggu Operasional Layanan

  • 18 Mei 2026 10:54 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Seorang lansia berusia 68 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami insiden di jalur rel Stasiun LRT Segar, Singapura, pada Senin pagi, 18 Mei 2026. Peristiwa tersebut sempat mengganggu operasional layanan Bukit Panjang LRT selama beberapa jam.

Menurut keterangan pihak kepolisian Singapura, korban terlihat jatuh ke area rel tepat ketika kereta sedang melintas sekitar pukul 05.00 waktu setempat.

Petugas medis dari Singapore Civil Defence Force yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan, namun korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Hasil pemeriksaan awal dari aparat menyebut tidak ditemukan unsur tindak kejahatan dalam insiden tersebut. Meski begitu, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan kronologi lengkap kejadian.

Operator transportasi SMRT Corporation sebelumnya mengumumkan adanya gangguan besar pada layanan Bukit Panjang LRT sekitar pukul 06.00 pagi melalui media sosial resminya.

Dalam pengumuman awal, gangguan disebut terjadi akibat adanya insiden di jalur rel yang berdampak pada perjalanan kereta antara Stasiun Senja dan Petir.

Sekitar pukul 07.10 pagi, SMRT memperbarui informasi dengan menyatakan ada seorang pria yang terlihat memasuki area rel di dekat Stasiun Segar sejak dini hari.

Tidak lama kemudian, operator kembali memberikan pembaruan bahwa pria tersebut diketahui terjatuh ke lintasan rel di depan kereta yang melaju.

Akibat insiden tersebut, perjalanan kereta antara Stasiun Petir dan Senja di kedua arah sempat dihentikan sementara agar proses evakuasi dan investigasi kepolisian dapat berlangsung dengan aman.

Presiden SMRT Trains, Lam Sheau Kai, mengatakan pihaknya akan terus bekerja sama dengan aparat dalam proses penyelidikan.

Ia juga menyebut tim pendamping perusahaan telah menghubungi keluarga korban untuk memberikan bantuan dan dukungan selama masa duka.

Selama layanan kereta dihentikan, SMRT mengoperasikan bus pengganti dan layanan bus reguler gratis untuk membantu mobilitas penumpang.

Layanan tambahan tersebut akhirnya dihentikan sekitar pukul 10.20 pagi setelah operasional Bukit Panjang LRT kembali berjalan normal.

SMRT turut mengimbau penumpang yang membutuhkan e-Travel Chit agar mengajukan permohonan melalui situs resmi perusahaan.

Sebagai informasi, jalur Bukit Panjang LRT merupakan sistem transportasi sepanjang delapan kilometer yang menghubungkan kawasan Bukit Panjang dan Choa Chu Kang dengan jaringan MRT utama di Singapura.

Sebelumnya, Land Transport Authority mengungkapkan bahwa proses pembaruan sistem Bukit Panjang LRT telah mencapai sekitar 88 persen dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....