Ho Chi Minh Perketat Pengawasan Produk Daging Ilegal Berbahaya

  • 18 Mei 2026 08:38 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah Kota Ho Chi Minh City menyita dan memusnahkan lebih dari 8.000 kilogram daging babi, unggas, serta berbagai produk hewani tanpa sertifikat karantina dalam operasi besar pengawasan keamanan pangan. Langkah tersebut dilakukan setelah otoritas menemukan maraknya pelanggaran distribusi produk hewani ilegal yang masuk ke pusat konsumsi terbesar di Vietnam dalam beberapa pekan terakhir.

Otoritas setempat pada 17 Mei 2026 menyampaikan bahwa tim inspeksi hampir setiap pekan menemukan pengiriman daging dan hewan hidup tanpa dokumen resmi. Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait potensi penyebaran penyakit hewan serta ancaman keamanan pangan bagi masyarakat luas.

Sub-Division of Livestock Production and Animal Health Ho Chi Minh City menjelaskan, sejak Maret 2026 pihaknya bersama aparat lintas instansi telah melaksanakan 25 inspeksi di jalur perbatasan dan jalan nasional menuju kota tersebut. Dari operasi itu, petugas menemukan sedikitnya 18 pelanggaran yang berkaitan dengan pengangkutan hewan tanpa dokumen karantina, produk tanpa asal-usul jelas, hingga praktik pemotongan hewan ilegal.

Produk yang dimusnahkan meliputi daging babi, ayam, jeroan hewan, hingga daging anjing dan kucing yang dinilai tidak memenuhi standar kebersihan veteriner. Pemerintah Vietnam menilai produk-produk tersebut berisiko tinggi terhadap penyebaran penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Dalam inspeksi terbaru pada 14 hingga 15 Mei, petugas berhasil menggagalkan pengiriman hampir 7.000 kilogram daging babi, unggas, dan usus ayam tanpa karantina yang rencananya dipasarkan di Ho Chi Minh City. Di Komune Tru Van Tho, petugas mencegat empat pengiriman berisi lebih dari 1.860 ekor ayam dan bebek dengan total berat sekitar 5.500 kilogram tanpa dokumen legal dan sertifikat kesehatan hewan.

Selain itu, razia di Jalan Nasional 1 dan Boulevard Nguyen Van Linh menemukan dua truk yang membawa hampir 190 kilogram usus ayam dan sekitar 500 kilogram daging babi dari provinsi tetangga tanpa dokumen veteriner maupun bukti asal barang. Petugas juga membongkar lokasi pemotongan babi ilegal di kawasan Kanal Rong Tung, Distrik Thoi An, yang beroperasi tanpa izin dan tidak memenuhi standar sanitasi.

Kepala Sub-Division of Livestock Production and Animal Health Ho Chi Minh City, Tran Phu Cuong, menegaskan pihaknya akan memperketat pemeriksaan mendadak di jalur distribusi utama, kawasan perbatasan, dan rute pengiriman malam hari. Pemerintah Vietnam berupaya mencegah masuknya produk hewani berbahaya ke pasar sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit dan pangan tidak layak konsumsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....