Ketegangan Koalisi Pemerintah Malaysia Kian Memanas
- 17 Mei 2026 18:48 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Situasi politik di Malaysia kembali memanas setelah muncul ketegangan di dalam koalisi pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Mengutip Bloomberg, perbedaan kepentingan antarpartai dalam koalisi mulai terlihat semakin tajam, terutama menjelang kemungkinan pemilu lebih awal atau snap election yang kini mulai dibicarakan secara terbuka.
Ketegangan terbaru muncul setelah koalisi Barisan Nasional yang dipimpin UMNO menyatakan akan bertarung sendiri dalam pemilihan negara bagian Johor tanpa bekerja sama dengan koalisi Pakatan Harapan milik Anwar Ibrahim. Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa hubungan kedua kekuatan politik itu mulai mengalami keretakan.
Menanggapi situasi tersebut, Anwar Ibrahim mengatakan pihaknya siap menghadapi persaingan politik penuh jika diperlukan. Bloomberg menyebut Anwar bahkan membuka kemungkinan pemilu lebih awal apabila konflik internal koalisi semakin sulit dikendalikan dan mengganggu stabilitas pemerintahan.
Koalisi pemerintahan Malaysia saat ini memang dibentuk dari kerja sama beberapa partai besar setelah pemilu 2022 menghasilkan parlemen tanpa mayoritas tunggal. Pakatan Harapan dan Barisan Nasional sebelumnya sepakat membentuk pemerintahan persatuan demi menjaga stabilitas politik negara setelah periode panjang krisis politik beberapa tahun terakhir.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, hubungan antarpartai di dalam pemerintahan mulai diwarnai persaingan politik dan perebutan pengaruh. Bloomberg melaporkan sejumlah tokoh UMNO ingin memperkuat kembali posisi partainya secara mandiri menjelang pemilu mendatang, terutama di wilayah-wilayah basis tradisional mereka seperti Johor.
Situasi tersebut membuat spekulasi mengenai kemungkinan pemilu lebih awal semakin berkembang. Sebelumnya, Bloomberg juga melaporkan Anwar Ibrahim mempertimbangkan pemilu pada kuartal ketiga tahun ini di tengah tekanan ekonomi dan rencana pengurangan subsidi bahan bakar yang cukup sensitif secara politik.
Para pengamat politik menilai ketegangan koalisi dapat memengaruhi stabilitas pemerintahan Anwar Ibrahim dalam beberapa bulan ke depan. Meski saat ini pemerintah masih memiliki mayoritas di parlemen, persaingan antarpartai di dalam koalisi dinilai berpotensi melemahkan konsolidasi politik menjelang pemilu berikutnya.
Bloomberg menyebut dinamika politik terbaru ini menunjukkan bahwa politik Malaysia masih berada dalam fase yang cukup rapuh setelah berbagai pergantian pemerintahan sejak 2020. Karena itu, keputusan Anwar Ibrahim dalam menjaga keseimbangan antarpartai koalisi akan menjadi faktor penting bagi arah politik Malaysia ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....