Kerusuhan Pascapemilu Benggala Barat India Tewaskan Empat Orang
- 07 Mei 2026 15:46 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Situasi politik di negara bagian Benggala Barat, India, memanas usai pengumuman hasil pemilu daerah yang dimenangkan partai Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi. Bentrokan antarpendukung partai pecah dan menyebabkan empat orang kehilangan nyawa.
Dilansir dari AFP, kepolisian bersama sejumlah pejabat partai mengungkapkan kerusuhan terjadi setelah hasil pemungutan suara diumumkan pada Senin lalu. Aksi saling serang dilaporkan berlangsung di beberapa titik, termasuk di Kolkata yang merupakan ibu kota Benggala Barat.
Dalam pemilu tersebut, BJP sukses meraih kemenangan besar dengan memperoleh 206 kursi dari total 294 kursi legislatif negara bagian. Hasil itu menjadi sejarah baru bagi BJP karena untuk pertama kalinya mampu menguasai Benggala Barat, wilayah berpenduduk lebih dari 100 juta orang.
Sebelumnya, pemerintahan Benggala Barat dipimpin oleh Mamata Banerjee sejak 2011. Tokoh oposisi yang dikenal kerap berseberangan dengan Modi itu turut mengalami kekalahan dalam perebutan kursi legislatif dan menolak hasil pemilu.
Pengamat politik menilai keberhasilan BJP di wilayah yang mayoritas menggunakan bahasa Bengali tersebut menjadi salah satu kemenangan paling penting sejak Modi mulai memimpin India pada 2014. Dominasi BJP disebut semakin meluas hingga keluar dari basis tradisional mereka di India utara dan tengah.
Di tengah ketegangan yang terjadi, BJP mengklaim dua kader mereka menjadi korban tewas akibat serangan pasca pemilu. Sementara itu, partai All India Trinamool Congress (TMC) juga menyebut dua anggotanya meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan.
“Dua pekerja partai kami dibunuh setelah hasil pemilu diumumkan pada Senin,” kata pimpinan BJP wilayah Benggala Barat, Samik Bharracharya. Ia menegaskan partainya tetap mengedepankan perdamaian.
TMC melalui pernyataan resminya di media sosial menyebut dua kader mereka menjadi korban “pembunuhan brutal”. Partai itu juga menuduh sejumlah kantor mereka diserang oleh kelompok lawan politik di beberapa daerah.
Juru bicara TMC, Narendranath Chakrabort, mengatakan serangan terhadap kantor partai terjadi di berbagai wilayah Benggala Barat.
“Dua dari korban merupakan pekerja politik akar rumput,” ujarnya.
Seorang pejabat kepolisian senior yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya empat korban meninggal dalam bentrokan tersebut. Polisi juga menyebut seorang aparat mengalami luka tembak di bagian kaki saat kerusuhan berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....