Singapura Selandia Baru Perkuat Ketahanan Rantai Pasok Global

  • 04 Mei 2026 14:39 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Singapore dan New Zealand resmi menandatangani perjanjian penting pada 4 Mei untuk memastikan kelancaran pasokan barang esensial seperti pangan, bahan bakar, dan kebutuhan kritis lainnya, bahkan di tengah situasi krisis. Kesepakatan yang bersifat mengikat secara hukum ini menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas rantai pasok global di tengah ketidakpastian.

Penandatanganan perjanjian tersebut disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Lawrence Wong dan Christopher Luxon. Selain itu, kedua negara juga berkomitmen memperluas kerja sama di berbagai sektor, termasuk pertahanan, keamanan, kesehatan, serta ketahanan pangan.

Dalam konferensi pers bersama, Lawrence Wong menegaskan bahwa kedua negara memilih untuk tetap membuka jalur perdagangan di tengah tekanan global. Ia menyebut perjanjian ini sebagai yang pertama di dunia dan menjadi sinyal kuat bahwa negara mitra terpercaya akan tetap saling mendukung, bahkan dalam kondisi sulit sekalipun.

Perjanjian yang dinamakan Agreement on Trade in Essential Supplies ini mencakup perdagangan di sektor makanan, bahan bakar, produk kesehatan, kimia, hingga konstruksi. Dalam kerangka ini, kedua negara sepakat untuk tidak memberlakukan pembatasan ekspor yang tidak perlu selama terjadi gangguan rantai pasok.

Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura menyatakan bahwa kesepakatan ini bertujuan memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan masyarakat. Selain itu, perjanjian ini juga menyediakan mekanisme untuk memfasilitasi pergerakan barang, berbagi informasi, serta melakukan konsultasi sebelum maupun saat terjadi krisis.

Hubungan ekonomi kedua negara memang saling melengkapi. Sekitar sepertiga kebutuhan bahan bakar Selandia Baru dipasok dari kilang di Singapura, sementara sekitar 14 persen impor pangan Singapura berasal dari Selandia Baru, termasuk produk susu, daging, serta buah-buahan. Ketergantungan timbal balik ini memperkuat urgensi kerja sama yang stabil dan berkelanjutan.

Kesepakatan ini juga membuka peluang bagi negara lain untuk bergabung dalam jaringan kemitraan serupa, selama memenuhi standar yang ditetapkan. Kedua pemimpin menegaskan pentingnya sistem perdagangan global yang terbuka, berbasis aturan, serta kolaborasi lintas kawasan, termasuk antara ASEAN dan Pasifik, guna menghadapi tantangan global dan menciptakan peluang baru di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....