3 Tewas di Kapal Pesiar Atlantik Akibat Dugaan Hantavirus
- 04 Mei 2026 14:28 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Tiga orang dilaporkan meninggal dunia setelah muncul dugaan penyebaran hantavirus di sebuah kapal pesiar yang tengah berlayar di Samudra Atlantik. Selain korban jiwa, sedikitnya tiga penumpang lain juga mengalami gangguan kesehatan akibat infeksi yang sama, sebagaimana disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu, 3 Mei 2026.
Dilansir dari Agencies, insiden ini terjadi di kapal MV Hondius yang sedang menempuh perjalanan dari Ushuaia, Argentina menuju Cape Verde. Otoritas kesehatan internasional mengungkapkan bahwa kasus yang teridentifikasi masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
“Sejauh ini, satu kasus infeksi hantavirus telah terkonfirmasi melalui uji laboratorium, dan terdapat lima kasus lain yang masih diduga,” kata WHO.
“Dari enam individu yang terdampak, tiga orang meninggal dunia, dan satu orang saat ini dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan.”
Hantavirus diketahui menyebar melalui paparan urine atau kotoran hewan pengerat seperti tikus. Infeksi ini berisiko menyebabkan gangguan pernapasan berat yang dapat berujung fatal.
Perjalanan kapal tersebut telah berlangsung sekitar tiga pekan dan mencakup rute wisata ke Antartika, Kepulauan Falkland, hingga menuju Kepulauan Canary di Spanyol. Kasus pertama dilaporkan dialami oleh seorang penumpang berusia 70 tahun yang meninggal saat masih berada di kapal. Jenazahnya kini berada di Pulau Saint Helena.
Istri korban yang berusia 69 tahun turut mengalami gejala serupa dan sempat dievakuasi ke Afrika Selatan, namun akhirnya meninggal di rumah sakit Johannesburg. Sementara itu, seorang pria asal Inggris berusia 69 tahun saat ini masih menjalani perawatan intensif di kota yang sama.
Sumber internal menyebutkan pasangan asal Belanda termasuk di antara korban meninggal, sementara satu korban lainnya masih berada di atas kapal. Di sisi lain, dua penumpang yang juga mengalami gejala tengah dipertimbangkan untuk diisolasi di fasilitas kesehatan di Cape Verde sebelum kapal melanjutkan perjalanan.
WHO menyatakan tengah membantu koordinasi antara berbagai pihak guna memperlancar proses evakuasi medis serta penanganan pasien. Meski kasusnya tergolong jarang, hantavirus dalam kondisi tertentu dapat menular antar manusia dan memicu sindrom paru yang berbahaya.
Hingga saat ini belum tersedia terapi khusus untuk penyakit ini, namun penanganan sejak dini dinilai sangat penting untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien.
“WHO mengetahui dan mendukung penanganan kejadian kesehatan masyarakat yang melibatkan kapal pesiar di Samudra Atlantik. Investigasi mendalam masih berlangsung, termasuk pengujian laboratorium lanjutan dan penyelidikan epidemiologi. Perawatan medis dan dukungan terus diberikan kepada penumpang serta awak kapal. Proses pengurutan virus juga sedang dilakukan,” jelas WHO.
Kapal MV Hondius sendiri dikenal sebagai kapal ekspedisi kutub yang dioperasikan oleh perusahaan wisata asal Belanda. Saat kejadian, sekitar 150 wisatawan berada di dalam kapal, dengan tambahan sekitar 70 awak yang bertugas selama pelayaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....