Ratusan Keluarga di Filipina Mengungsi akibat Abu Vulkanik Gunung Mayon

  • 04 Mei 2026 13:17 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Lebih dari 300 kepala keluarga di Filipina terpaksa mengungsi setelah wilayah permukiman mereka terdampak hujan abu vulkanik yang dipicu aktivitas Gunung Mayon.

Dilansir dari AP, peristiwa tersebut terjadi pada akhir pekan, ketika material vulkanik dalam jumlah besar tiba-tiba terlepas dari lereng gunung. Otoritas setempat menjelaskan bahwa fenomena ini bukan letusan besar, melainkan runtuhan endapan lava yang memicu aliran piroklastik, campuran material panas berupa batu, abu, dan gas yang meluncur dengan cepat.

Direktur Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina, Teresito Bacolcol, menyebutkan bahwa pergerakan material tersebut terjadi di sisi barat daya gunung menjelang malam hari. Aktivitas ini menyebabkan sebaran abu meluas secara signifikan ke wilayah sekitar.

Dampaknya dirasakan di sedikitnya 87 desa yang tersebar di tiga wilayah berbeda. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, hujan abu yang pekat membuat jarak pandang sangat terbatas dan mengganggu mobilitas masyarakat, terutama pengguna jalan.

“Abunya sangat tebal dan jarak pandang benar-benar nol bahkan di jalan nasional kami,” ujar Wali Kota Camalig, Caloy Baldo.

“Beberapa warga sempat panik, tetapi kami mengimbau mereka untuk tetap tenang,” tambahnya.

Selain mengganggu aktivitas harian, abu vulkanik juga berdampak pada sektor pertanian. Lahan sayuran mengalami kerusakan, dan beberapa hewan ternak dilaporkan mati, termasuk empat kerbau dan satu sapi di wilayah Camalig. Saat ini, upaya pembersihan masih berlangsung di daerah tersebut yang dihuni sekitar 8.000 penduduk di Provinsi Albay.

Meski kondisi Gunung Mayon kini dinilai lebih stabil, pihak berwenang tetap mengingatkan bahwa potensi bahaya belum sepenuhnya hilang. Gunung setinggi 2.462 meter ini memang dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Filipina, sekaligus destinasi wisata populer berkat bentuknya yang simetris.

Sejak Januari, status aktivitas Mayon telah berada di level siaga 3 dari total lima tingkatan. Level tertinggi, yakni level 5, menandakan erupsi besar yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa dengan aliran lava, awan panas, serta hujan abu dalam skala luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....