Gencatan Senjata Lebanon Israel Diperpanjang usai Pertemuan Gedung Putih

  • 24 Apr 2026 23:24 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Dilansir dari Reuters Gencatan senjata antara Lebanon dan Israel resmi diperpanjang selama tiga minggu setelah pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih. Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa pembicaraan yang difasilitasi Amerika Serikat berjalan positif dan membuka peluang bagi stabilitas jangka pendek di kawasan yang selama ini dilanda konflik.

Pertemuan di Oval Office tersebut menghadirkan Duta Besar Israel untuk Washington, Yechiel Leiter, serta Duta Besar Lebanon untuk AS, Nada Moawad. Diskusi ini merupakan kelanjutan dari upaya diplomatik yang dimediasi AS, dengan tujuan meredakan ketegangan yang kembali meningkat setelah serangan militer Israel di Lebanon selatan yang menewaskan sejumlah korban, termasuk seorang jurnalis.

Meski gencatan senjata berhasil menurunkan intensitas kekerasan sejak diberlakukan, insiden bentrokan masih terjadi di wilayah selatan Lebanon. Hezbollah, kelompok bersenjata yang didukung Iran, tidak terlibat langsung dalam perundingan dan tetap menyatakan haknya untuk melakukan perlawanan. Sementara itu, Israel menegaskan bahwa operasi militernya bertujuan melindungi wilayah utara dari serangan roket yang terus berlanjut.

Amerika Serikat menyatakan komitmennya untuk membantu Lebanon memperkuat pertahanan serta mendorong proses dialog lebih lanjut. Selain itu, rencana pertemuan lanjutan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun juga diharapkan dapat membuka jalan menuju kesepakatan damai yang lebih permanen. Washington menilai ada peluang signifikan tercapainya perdamaian dalam waktu dekat, meski tantangan politik dan keamanan masih besar.

Ke depan, pemerintah Lebanon berupaya mendorong penarikan pasukan Israel dari wilayah selatan, pembebasan warga yang ditahan, serta penetapan batas wilayah darat secara jelas. Di sisi lain, Israel menargetkan pelucutan senjata Hezbollah sebagai bagian dari solusi jangka panjang. Dengan korban jiwa yang telah mencapai ribuan dan dampak kemanusiaan yang luas, keberlanjutan gencatan senjata ini menjadi harapan penting bagi stabilitas regional dan keselamatan warga sipil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....