Ketegangan Laut China Selatan Memanas Latihan Militer Berlangsung

  • 24 Apr 2026 23:13 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Dilansir dari Reuters Situasi keamanan di kawasan Laut China Selatan kembali menjadi sorotan setelah China menggelar latihan militer dengan tembakan langsung di perairan timur Pulau Luzon pada 24 April 2026. Latihan ini berlangsung di tengah digelarnya latihan gabungan tahunan antara Amerika Serikat dan Filipina, yang juga mencakup wilayah sengketa di kawasan tersebut. Kondisi ini semakin mempertegas meningkatnya dinamika geopolitik di Indo-Pasifik.

Komando Teater Selatan militer China melaporkan bahwa latihan tersebut mencakup berbagai aspek penting, seperti tembakan langsung, koordinasi laut-udara, manuver cepat, serta dukungan logistik maritim. Latihan ini bertujuan menguji kemampuan tempur gabungan dalam skenario operasi modern. Meski tidak merinci lokasi dan waktu secara spesifik, pihak militer China menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan sesuai hukum internasional dan praktik yang berlaku.

Di sisi lain, latihan militer Balikatan yang melibatkan Amerika Serikat dan Filipina berlangsung dari 20 April hingga 8 Mei. Untuk pertama kalinya, latihan ini mencakup simulasi serangan maritim di Pulau Itbayat, wilayah paling utara Filipina yang berdekatan dengan Taiwan. Selain itu, latihan tembakan langsung juga digelar di Provinsi Zambales, tidak jauh dari wilayah sengketa seperti Scarborough Shoal yang selama ini menjadi titik ketegangan antara China dan Filipina.

Ketegangan antara Beijing dan Manila sendiri telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait klaim China atas hampir seluruh wilayah Laut China Selatan. Kawasan ini memiliki nilai strategis tinggi karena menjadi jalur perdagangan global dengan nilai mencapai triliunan dolar setiap tahunnya. Pemerintah Taiwan juga menolak klaim kedaulatan China, sehingga menambah kompleksitas konflik di kawasan tersebut.

Dalam perkembangan lain, Perdana Menteri China Li Qiang menekankan pentingnya penguatan kemampuan maritim dan inovasi teknologi dalam rapat kabinet terbaru. Langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang China untuk memperkuat kekuatan lautnya, baik dari sisi ekonomi maritim maupun militer. Situasi ini menuntut perhatian serius dari negara-negara kawasan agar stabilitas dan keamanan regional tetap terjaga di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....